Bigmo Minta Maaf Usai Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Eksploitasi Anak
JAKARTA, GENVOICE.ID - YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo menyampaikan permintaan maaf setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait konten live streaming yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur.
Bigmo mengaku menyesali kegaduhan yang muncul akibat konten tersebut. Kreator konten berusia 24 tahun itu juga berjanji melakukan evaluasi dan mengubah arah kontennya agar lebih positif serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Tentunya saya memohon maaf atas kegaduhan yang saya buat, dan pastinya ini jadi pelajaran buat saya ke depannya konten lebih positif dan bermanfaat," ujar Bigmo di Polda Metro Jaya.
Dalam kesempatan tersebut, Bigmo membantah memiliki niat untuk mengeksploitasi anak-anak yang muncul dalam siaran langsungnya. Ia mengatakan keterlibatan anak-anak tersebut terjadi secara spontan ketika dirinya melakukan live streaming di sebuah pasar.
Menurut Bigmo, tidak ada skenario maupun arahan khusus kepada anak-anak yang kemudian muncul dalam konten tersebut. Meski demikian, ia mengaku kejadian itu menjadi bahan evaluasi terhadap aktivitasnya sebagai kreator konten.
"Ya pasti saya akan mengevaluasi selama ini konten saya. Ke depannya cuma konten dengan niat yang lebih lurus, bermanfaat, positif, menghibur, dan mengedukasi bangsa," katanya.
Bigmo Mengaku Kapok Berurusan dengan Hukum
Bigmo juga mengaku mendapat pelajaran besar dari perkara yang sedang dihadapinya. Ia menyebut kejadian tersebut membuat dirinya kapok dan tidak ingin kembali melakukan kesalahan serupa.
"Ya, kapok. Sangat kapok. Ini jadi pelajaran banget buat saya. Ke depannya pasti lebih baik dan positif lagi," ucapnya.
Kasus ini menjadi salah satu persoalan hukum yang dihadapi Bigmo. Ia menegaskan akan berusaha memperbaiki diri dan lebih berhati-hati dalam membuat konten di media sosial.
Sementara itu, kuasa hukum Bigmo, Riphat Senikentara, meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada kliennya untuk belajar dari persoalan yang terjadi.
Riphat mengatakan Bigmo telah menyadari kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf. Menurutnya, pihak Bigmo juga telah bertemu dengan keluarga anak-anak yang muncul dalam konten tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
"Di usia 24 tahun, siapa sih yang tidak punya kesalahan? Bigmo sudah memahami dan meminta maaf, dan sudah bertemu juga dengan pihak keluarga. Mereka sepakat bahwa semua yang terjadi spontan, tidak ada yang di-brief," ujar Riphat.
Sementara proses hukum masih berjalan, Bigmo menyatakan akan lebih selektif dalam membuat konten. Ia juga berkomitmen mengarahkan karya-karyanya ke materi yang menghibur sekaligus memberikan dampak positif bagi penonton.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!