JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Neymar kembali menjadi perdebatan di dunia sepak bola setelah performa dan kondisi fisiknya dipertanyakan menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Sorotan terhadap bintang Timnas Brasil itu semakin tajam setelah komentarnya dibahas dalam acara The Overlap, yang dipandu oleh Gary Neville.
Dalam segmen Unpopular Opinions, Neville menyebut tidak ada pemain Premier League yang lebih hebat dari Neymar di masa jayanya. Namun pernyataan itu langsung ditentang oleh Roy Keane, Ian Wright, hingga Wayne Rooney.
Rooney bahkan melontarkan komentar yang cukup tajam. Ia menilai Neymar bukan pemain di level tertinggi seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
"Saya suka Neymar, tapi saya tidak pernah melihatnya sebagai pemain top, top. Dia bagus di Barcelona, tapi tetap berada di bawah Messi," kata Rooney dalam podcast Stick to Football.
Ia juga menyebut Neymar tidak lebih baik dari Mohamed Salah, pernyataan yang langsung dibantah Ian Wright, yang menegaskan bahwa kualitas Neymar di masa puncak berada di level berbeda.
Terlepas dari perdebatan tersebut, masalah terbesar Neymar saat ini bukan lagi soal kualitas, melainkan kondisi fisik. Setelah mengalami cedera ACL saat membela Brasil pada 2023, kariernya terus diganggu masalah kebugaran, termasuk saat bermain untuk Santos FC setelah kontraknya di Al Hilal berakhir.
Meski sempat tampil cukup baik dan membantu Santos terhindar dari degradasi, Neymar masih sering absen karena cedera otot dan lutut. Bahkan dalam beberapa pertandingan terbaru, ia terlihat belum berada di level terbaiknya.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, pun memberi peringatan jelas. Ia tidak memasukkan Neymar dalam skuad terbaru dan menegaskan bahwa hanya pemain yang benar-benar fit yang akan dibawa ke Piala Dunia.
"Neymar belum 100 persen. Jika dia kembali ke kondisi terbaiknya, dia bisa masuk. Dia harus bermain, bekerja, dan menjaga kondisi fisiknya," kata Ancelotti.
Persaingan di lini depan Brasil juga semakin berat. Saat ini tim memiliki banyak opsi seperti Vinícius Júnior, Raphinha, Gabriel Martinelli, hingga Matheus Cunha, yang dinilai lebih siap secara fisik.
Meski begitu, dukungan untuk Neymar tetap datang dari banyak legenda Brasil. Mereka menilai pengalaman dan kualitas teknisnya masih bisa menjadi pembeda di turnamen besar, asalkan ia mampu kembali ke kondisi terbaik.
Dengan waktu yang semakin sempit menuju Piala Dunia 2026, masa depan Neymar di tim nasional kini benar-benar bergantung pada satu hal: apakah ia masih bisa membuktikan bahwa dirinya layak berada di panggung terbesar sepak bola dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!