Rahasia 10 Hari Pertama Ramadhan, Kenapa Disebut Fase Rahmat? Ini Penjelasannya!
JAKARTA, GENVOICE.IDJJ - Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam. Bukan hanya soal puasa, Ramadhan juga dipahami sebagai perjalanan spiritual yang sarat makna.
Salah satu bagian yang sering dibahas adalah 10 hari pertama, yang dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT.
Dalam program Muddani Spesial Ramadhan di RRI Makassar, Rabu (25 Februari 2026), Muhammad Syafei Karsali, S.Sos dari Ikatan Dai Muda Indonesia menjelaskan bahwa 10 hari pertama Ramadhan merupakan fondasi penting dalam menjalani bulan suci.
Ia menyebut, Rasulullah SAW menggambarkan fase awal Ramadhan sebagai masa rahmat. Artinya, ini adalah waktu ketika Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya, membuka pintu ampunan, serta memberi kemudahan bagi hamba-Nya dalam beribadah.
"Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah fase rahmat. Ini kesempatan besar untuk membersihkan hati, memperbaiki niat, dan mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya dalam siaran Pro 4 RRI Makassar.
Menurut Syafei, banyak Muslim merasakan perubahan spiritual di awal Ramadhan. Semangat shalat berjamaah meningkat, tilawah Al-Qur'an menjadi lebih rutin, dan kesadaran untuk memperbaiki akhlak mulai tumbuh. Semua itu, katanya, merupakan bagian dari rahmat Allah SWT.
Namun, ia mengingatkan bahwa semangat di awal Ramadhan tidak boleh berhenti sebagai euforia sesaat. Justru pada fase rahmat inilah umat Islam diminta membangun konsistensi ibadah.
"Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ini latihan kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial. Jika awalnya kuat, insyaAllah pertengahan hingga akhir Ramadhan akan lebih stabil," jelasnya.
Selain ibadah mahdhah seperti puasa dan shalat sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah. Syafei menilai, semangat berbagi di 10 hari pertama Ramadhan menjadi wujud nyata dari rahmat Allah yang mengalir melalui tangan-tangan hamba-Nya.
Ia pun menegaskan agar 10 hari pertama Ramadhan tidak dijalani sekadar sebagai rutinitas tanpa refleksi. Pasalnya, banyak orang semangat di awal, tetapi kehilangan makna di hari-hari berikutnya.
Menutup keterangannya, Syafei berharap umat Islam menjadikan fase rahmat sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa. Dengan niat yang lurus dan ibadah yang konsisten sejak awal, Ramadhan diharapkan benar-benar membawa perubahan spiritual yang nyata.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!