Riva Siahaan, Bos Pertamina Patra Niaga yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Kasus BBM
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Riva Siahaan kini ramai diperbincangkan. Sosok yang dulunya dikenal sebagai bos besar di Pertamina Patra Niaga, kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah oleh Kejaksaan Agung (Kejagung)
Tak main-main, kasus ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp193,7 triliun, angka yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala.
Sebagai Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina, posisi yang diemban Riva bukan sembarangan. Ia memegang peran penting dalam distribusi dan perdagangan minyak di Indonesia. Namun, kini sorotan publik tertuju pada dugaan penyimpangan yang disebut-sebut membuat harga BBM dalam negeri melambung lebih tinggi dari seharusnya.
Perjalanan Karier Riva Siahaan yang Tak Disangka Berujung Skandal
Riva Siahaan bukan orang baru di dunia energi dan sumber daya. Dilansir dari Antara, ia meniti karir dari bawah, berawal dari dunia periklanan sebelum akhirnya masuk ke Pertamina pada tahun 2008.
Memulai karir sebagai Account Manager di Matari Advertising dari Maret 2005 hingga Maret 2007, Riva melanjutkan jenjang karirnya dengan bergabung ke TBWA Indonesia sebagai Assistant Account Director dari Maret 2007 hingga September 2008.
Berkat pengalamannya di Pertamina sejak September 2008 sebagai Key Account Officer hingga Maret 2020 dan Senior Bunker Officer I dari April 2010 hingga Januari 2015, Riva akhirnya dipercaya untuk bertugas di Pertamina Energy Services Pte. Ltd di Singapura sebagai Bunker Trader pada Februari 2015 hingga Februari 2016/
Selama lebih dari satu dekade di Pertamina, Riva menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Senior Officer Industrial Key Account, Pricing Analyst, Market and Product Development, hingga Vice President di Pertamina International Shipping.
Lulusan Manajemen Ekonomi dari Universitas Trisakti ini sempat melanjutkan studi ke Oklahoma City University, AS, dan meraih gelar Magister Business Administration (MBA).
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya memimpin Pertamina Patra Niaga sejak Juni 2023, menggantikan Alfian Nasution yang saat ini menjabat sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero). Namun, hanya selang beberapa waktu setelah menjabat, namanya tercoreng oleh skandal yang kini jadi perhatian nasional. Simak juga Nama-Nama Koruptor di Pertamina yang menyebabkan kerugian negara hingga 1 kuadriliun alias 1000 trilyun. Kasus dugaan korupsi ini mencuat usai Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus menetapkan tujuh tersangka, termasuk Riva, terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Publik bertanya-tanya, bagaimana mekanisme pengelolaan dan transparansi sektor energi berjalan sampai bisa kecolongan hingga kerugian negara mencapai ratusan triliun? Apalagi, kasus ini disebut-sebut melibatkan pengaturan harga yang merugikan masyarakat luas.
Sampai saat ini, pihak Kejagung masih mendalami peran Riva serta pihak lain yang diduga terlibat dalam skandal Pertamina yang berdampak besar terhadap perekonomian negara/
Kini, masyarakat menunggu langkah hukum selanjutnya. Akankah ada tersangka baru? Bagaimana pertanggungjawaban dari jajaran terkait? Satu yang pasti, perjalanan karier Riva yang dulunya cemerlang kini diwarnai noda yang sulit dihapus.
0 Comments





- Wanita Ini Kaget Dinyatakan Meninggal Saat Coba Perpanjang SIM
- Geger! Patwal Tendang Pemotor di Puncak Sampai Jatuh ke Selokan Gegara Halangi Alphard
- Hukuman Harvey Moeis Diperberat Jadi 20 Tahun, Kejagung Hormati Keputusan Hakim
- Intip Tren Baju Lebaran 2025, Perpaduan Outfit Elegan dan Mewah
- Hailey Bieber Bagikan Tutorial Makeup 15 Langkah di TikTok yang Bikin Glowing
- Sempat Hilang Beberapa Tahun, Pamungkas Kembali Hadirkan Album Solipsism Versi Original
- Paus Fransiskus Akhirnya Pulang Setelah 5 Minggu Dirawat, Lewati Masa Kritis Dua Kali!
- Demo RUU TNI Ricuh! Mahasiswa Jebol Pagar DPR, Polisi Kerahkan Water Cannon
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!