Tanah Longsor Sumut Hari Ini Ganggu Akses Jalan, Empat Wilayah Kena Dampaknya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tanah longsor kembali jadi perhatian besar di Sumatera Utara, Gen. Hujan deras sejak Senin (24/11) bikin sejumlah titik di provinsi itu mengalami longsor dan mengganggu aktivitas warga. Empat daerah sekaligus tercatat terdampak berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut. Meski kerusakan cukup terasa di beberapa titik, kabar baiknya tidak ada laporan korban jiwa atau pengungsi.
Laporan yang diterima di Medan menyebutkan kalau Kota Sibolga, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Nias Selatan masuk dalam daftar wilayah yang terdampak. Longsor ini dipicu curah hujan tinggi yang turun tanpa henti dan membuat beberapa jalur utama lumpuh. Kondisi ini bikin mobilitas warga terganggu, terutama di jalur lintas antarkabupaten yang jadi akses penting sehari-hari.
Di Sibolga, longsor terjadi di kawasan Jalan II Nomensen, Kecamatan Sibolga Timur. Material longsor langsung menutup badan jalan dan membuat aksesnya tidak bisa dilalui sementara waktu. Sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan, dampaknya bahkan lebih luas. Dua kecamatan, yaitu Angkola Sangkunur dan Angkola Barat, tercatat mengalami kerusakan.
Jalan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal putus total. Kerusakan jalan itu mencapai panjang sekitar 37 meter, lebar 6,5 meter, dan kedalaman hingga 9 meter di wilayah Angkola Sangkunur. Di Angkola Barat, dua rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat longsoran tanah.
Berlanjut ke Kabupaten Nias Selatan, ada tiga kecamatan yang ikut merasakan dampaknya. Jalur lintas antar kabupaten di Kecamatan Hilimegai dan Onolalu terganggu, sedangkan satu rumah di Kecamatan Fanayama mengalami rusak berat. Kondisi jalan yang tertutup material longsor bikin aktivitas masyarakat setempat tersendat.
Sementara itu di Kota Gunungsitoli, longsor merusak akses jalan di Kecamatan Gunungsitoli Selatan dan Gunungsitoli Idanoi. Titik yang paling terdampak berada di kilometer 12, Desa Hiligodu Ombolata. Jalannya ikut tertutup material sehingga kendaraan harus berhenti total.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, memastikan situasi ini masih dalam penanganan. Ia menegaskan bahwa data yang masuk merupakan laporan awal yang terus diperbarui.
"Berdasarkan laporan, jumlah pengungsi, korban luka-luka dan meninggal dunia nihil," ujarnya. Ia juga menambahkan, "Berdasarkan laporan. Saat ini masih dalam penanganan oleh pemerintah masing-masing dan pemangku kebijakan terkait."
Meski situasi sudah ditangani, warga tetap diminta waspada karena cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!