Uang Rp 50 Juta Raib! Ketua OSIS SMAN 5 Purwokerto Diduga Gelapkan Dana Konser, Ini Kata Pihak Sekolah
Kronologi Lengkap Dugaan Penyelewengan Dana oleh Ketua OSIS SMAN 5 Purwokerto
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dugaan penyelewengan dana oleh ketua OSIS SMAN 5 Purwokerto membuat heboh warganet. Ketua OSIS yang berinisial PKMP diduga menggelapkan uang acara ulang tahun sekolah hingga puluhan juta rupiah.
Pihak sekolah di Purwokerto akhirnya buka suara, membenarkan adanya masalah keuangan dan menjelaskan kronologi di balik dugaan penggelapan uang acara ulang tahun ini.
Ia membenarkan adanya masalah keuangan setelah acara perayaan ulang tahun sekolah yang digelar pada Sabtu (6/9/2025). Acara yang bertajuk Smalazone ini sebenarnya berjalan sukses dan meriah. Namun, di balik itu, ternyata ada masalah besar.
"Acara berlangsung sukses, lancar, dan meriah. Namun pasca kegiatan ada hal yang membuat kami terkejut, ternyata ada biaya yang masih belum terbayarkan," kata Erlien.
Berbeda dari yang ramai di media sosial, jumlah uang yang diduga digelapkan tidak sampai Rp50 juta. Menurut Erlien, setelah acara selesai, pihak sekolah justru dapat tagihan dari vendor panggung dan banner. Kekurangan biaya itu ternyata mencapai Rp19 juta untuk panggung dan Rp577.000 untuk banner.
Malorganisasi dan Uang di Rekening Pribadi
Menurut penuturan pihak sekolah, masalah ini terjadi karena salah urus dana. Uang yang seharusnya dipegang oleh bendahara OSIS, justru dikelola dan disimpan di rekening pribadi oleh ketua OSIS berinisial PKMP yang saat ini duduk di kelas 12.
"Jadi ini terjadi malorganisasi. Uang yang semestinya dikelola oleh bendahara OSIS malah dipegang dan disimpan di rekening pribadi oleh ketua OSIS," jelas Erlien.
Kejadian ini benar-benar membuat pihak sekolah kaget, karena mereka tidak menyangka akan ada masalah di balik kesuksesan acara tersebut. Smalazone sendiri merupakan program tahunan OSIS.
Tanggung Jawab Orang Tua
Setelah kasus ini terungkap, orang tua ketua OSIS tersebut langsung bertindak cepat. Mereka datang ke sekolah dan mengakui kelalaian anak mereka. Yang paling penting, mereka juga sudah mengganti semua kekurangan biaya tersebut.
"Orang tua dari ketua OSIS datang ke sekolah dan mengakui anak mereka lalai," kata Erlien. "Mereka juga sudah mengganti seluruh kekurangan biaya tersebut."
Langkah ini menunjukkan itikad baik dari pihak keluarga untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dengan begitu, pihak sekolah dan vendor terkait tidak lagi dirugikan. Namun, kejadian ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi pihak sekolah dan seluruh siswa agar lebih berhati-hati dalam mengelola dana.
Bagaimana menurutmu Gen tentang kasus ini? Penting banget ya, kayaknya, untuk belajar soal manajemen keuangan sejak dini?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!