Rupiah Ikut Melemah terhadap Dolar Singapura, Kini Tembus Rp13.000
JAKARTA, Genvoice.id - Rupiah kembali berada di bawah tekanan kuat, tak hanya terhadap dolar AS, tetapi kini juga melemah terhadap dolar Singapura. Data per hari ini (25/9) menunjukkan kurs SGD/IDR bergerak mendekati Rp13.000, menandakan bahwa rupiah tidak mampu mempertahankan posisi nyaman di hadapan mata uang regional.
Data dari Investing.com mencatat nilai tukar SGD/IDR berada di level 12.999,81, naik sekitar 0,30 % dibanding penutupan sebelumnya. Sementara itu, laman resmi Bank Central Asia (BCA) menampilkan kurs jual SGD di angka Rp13.007,75 dan kurs beli di Rp12.934,84.
Sebagai perbandingan lain, menurut laporan dari XE.com, menunjukkan kurs tengah berada di sekitar Rp12.996,25. Angka-angka ini mempertegas bahwa dolar Singapura kini telah menekan rupiah ke level baru.
Melemahnya rupiah terhadap SGD bukanlah fenomena tunggal. Pergerakan ini terkait erat dengan dinamika regional maupun global. Dolar AS yang terus menguat memberi efek domino pada mata uang lain, termasuk SGD yang relatif stabil. Dalam kondisi ini, investor lebih memilih menyimpan aset dalam mata uang asing ketimbang rupiah.
Selain itu, arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia menambah tekanan. Obligasi dan saham domestik ditinggalkan sebagian investor global yang mencari instrumen lebih aman. Situasi ini mendorong permintaan terhadap mata uang kuat seperti dolar AS dan SGD.
Dari dalam negeri, ketidakpastian ekonomi juga ikut berperan. Isu inflasi, beban impor energi, hingga kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi mempersempit ruang bagi rupiah untuk bertahan. Walau Bank Indonesia kerap melakukan intervensi di pasar valas, langkah itu belum cukup menahan pergerakan signifikan.
Pelemahan rupiah terhadap SGD membawa konsekuensi nyata di lapangan. Bagi dunia usaha, terutama yang bergantung pada pasokan dari Singapura, harga impor dipastikan lebih mahal.
Di sektor pariwisata, masyarakat Indonesia yang bepergian ke Singapura akan merasakan langsung daya beli rupiah yang melemah.
Kondisi ini menjadi peringatan agar lebih berhati-hati dalam transaksi valas, terutama yang berhubungan dengan dolar Singapura.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!