Lamine Yamal Gagal Rebut Ballon d’Or 2025, Hansi Flick: Itu Jadi Motivasi Besar!
JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, dunia sepak bola baru aja digegerkan sama hasil Ballon d'Or 2025. Nama Lamine Yamal, wonderkid Barcelona berusia 18 tahun, akhirnya harus puas duduk di posisi kedua di bawah bintang PSG, Ousmane Dembele. Walau nggak berhasil bawa pulang penghargaan paling prestisius itu, pelatih Barca, Hansi Flick, yakin kegagalan ini bakal jadi bahan bakar semangat buat Yamal di musim-musim berikutnya.
Dalam sebuah konferensi, Flick blak-blakan soal reaksi anak didiknya itu. "Saya berbicara dengannya kemarin, dan saya pikir dia melihatnya dengan cara yang tepat, jadi itu juga menjadi motivasi baginya untuk tahun-tahun berikutnya," ujar Flick dikutip dari Marca. Menurutnya, Ballon d'Or memang penuh faktor yang bisa memengaruhi hasil karena ditentukan lewat voting.
Flick juga menyebut kalau Dembele memang layak menang. "Dembele juga pantas mendapatkannya. Itu sebuah pemungutan suara dan banyak hal bisa terjadi, dan saya pikir dia menerimanya dengan baik. Dia termotivasi untuk menunjukkannya musim ini, mungkin musim depan dia juga akan menjadi opsi untuk Ballon d'Or," lanjutnya.
Meski nggak dapat Ballon d'Or, Yamal tetap nggak pulang dengan tangan kosong. Dia resmi menyabet Kopa Trophy, penghargaan untuk pemain terbaik dunia di bawah usia 21 tahun. Penghargaan itu makin membuktikan kalau dirinya memang salah satu talenta paling menjanjikan di generasinya.
Musim lalu, performa Yamal memang luar biasa. Winger muda ini jadi motor serangan utama saat Barca sukses sapu bersih tiga gelar domestik: LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Tapi sayang, saat ini dia harus absen lawan Real Oviedo karena cedera pangkal paha.
Di tengah absennya Yamal, Blaugrana masih bisa konsisten. Mereka sukses mengalahkan Valencia dan Getafe meski tanpa sang wonderkid. Flick juga menegaskan bahwa fokus utamanya bukan siapa yang absen, tapi bagaimana tim tetap bisa menang dengan skuad yang ada.
Selain Yamal, Barca juga lagi kehilangan Gavi. Gelandang 21 tahun itu harus menepi lagi empat sampai lima bulan usai operasi lutut, setelah sebelumnya absen hampir setahun penuh karena cedera ligamen. Flick memastikan seluruh tim bakal mendukung Gavi sampai pulih total.
Sekarang Barcelona berusaha terus tempel Real Madrid di klasemen LaLiga. Madrid masih kukuh di puncak dengan 18 poin, unggul lima angka dari Barca yang ada di posisi kedua dengan 13 poin.
Buat Yamal, gagal Ballon d'Or mungkin pahit, tapi ini baru permulaan. Justru dari kegagalan inilah semangatnya bisa meledak lebih besar musim depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!