Negara-negara G20 Tuntut Tambahan Keterwakilan di PBB

Negara-negara G20 Tuntut Tambahan Keterwakilan di PBB
- (Dok. istimewa).

JAKARTA- Negara-negara G20 dalam deklarasi bersama menyerukan penambahan keterwakilan negara dari Afrika, Asia Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia di dalam Dewan Keamanan PBB.

G20 mendorong komposisi Dewan Keamanan yang diperluas agar meningkatkan representasi kawasan dan kelompok yang selama ini kurang terwakili dan belum terwakili.

"Kami menyerukan komposisi Dewan Keamanan yang lebih luas yang meningkatkan representasi kawasan dan kelompok yang kurang terwakili dan tidak terwakili, seperti Afrika, Asia-Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia," bunyi deklarasi akhir tersebut, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20) ke-20 yang berlangsung 22-23 November di Johannesburg, Afrika Selatan..

Pernyataan itu juga menekankan perlunya reformasi Dewan Keamanan PBB agar selaras dengan dinamika dan kebutuhan abad ke-21 dengan menjadikannya lebih representatif, inklusif, efisien, efektif, demokratis, akuntabel, dan lebih transparan bagi seluruh anggota

 

Para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20) ke-20 mencapai konsensus tentang ketahanan terhadap bencana, keberlanjutan utang, transisi energi yang adil, dan mineral penting.

Dalam deklarasi para Pemimpin KTT G20 di Afrika Selatan, akhir pekan lalu, mereka sepakat menyelesaikan masalah yang menghambat kemajuan menuju pembangunan yang berkelanjutan dan membebani kapabilitas nasional maupun kemampuan sistem internasional dalam meresponnya.

Ketimpangan Tajam

Akses dan transisi energi juga menjadi sorotan utama. Deklarasi tersebut menggarisbawahi ketimpangan yang tajam, menyatakan bahwa lebih dari 600 juta warga Afrika tidak memiliki akses listrik.

Mereka menyerukan pendekatan terpadu yang berpusat pada masyarakat serta menyoroti perlunya penguatan ketahanan dan respons terhadap bencana, khususnya bagi negara-negara kepulauan kecil berkembang yang rentan dan negara-negara kurang berkembang.

Para pemimpin mendukung upaya untuk menaikkan kapasitas energi terbarukan global hingga tiga kali lipat dan menggandakan peningkatan efisiensi energi per 2030, serta menekankan urgensi dari mobilisasi investasi yang ditingkatkan dan memfasilitasi pendanaan berbiaya rendah untuk negara berkembang sesuai dengan kondisi nasional.

Mereka juga menyoroti pentingnya transfer teknologi secara sukarela berdasarkan kesepakatan bersama.

Sementara itu, terkait mineral penting, G20 mendukung Kerangka Kerja Mineral Penting (Critical Minerals Framework), yang digambarkannya sebagai panduan sukarela untuk rantai nilai mineral penting yang berkelanjutan, transparan, stabil, dan tangguh yang mendukung industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut menekankan bahwa sumber daya mineral harus berfungsi sebagai katalisator bagi penambahan nilai dan pembangunan yang menyeluruh, bukan sekadar ekspor bahan mentah yang menegaskan hak negara-negara produsen untuk memanfaatkan sumber daya mereka demi pertumbuhan yang inklusif.

Deklarasi para pemimpin tersebut mencerminkan pengakuan bersama bahwa tantangan global memerlukan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan adil.

 

 

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE