Laman FIA Diretas, Paspor Max Verstappen Bocor!
JAKARTA, Genvoice.id - Federasi Otomotif Internasional (FIA) tengah jadi sorotan setelah situs resmi mereka diretas oleh pihak tak dikenal. Akibat peretasan ini, data pribadi sejumlah pembalap Formula 1 termasuk juara dunia Max Verstappen diduga sempat bocor dan bisa diakses publik.
Peretasan ini pertama kali dilaporkan oleh tiga peneliti keamanan siber yang mengaku sebagai penggemar F1. Mereka menemukan celah di situs Driver Categorisation milik FIA dan berhasil masuk ke sistem dengan hak akses administrator. Dari situ, mereka bisa melihat berbagai dokumen penting seperti paspor, nomor lisensi, hingga alamat email para pembalap.
Salah satu peneliti, Ian Carroll, mengungkapkan bahwa data Verstappen termasuk yang paling mudah diakses karena tersimpan di folder terbuka.
"Kami tidak mengunduh atau membocorkan apa pun. Tujuan kami hanya menunjukkan seberapa rentan sistem itu," ujarnya seperti yang dikutip dari laman Formula 1.
FIA langsung menonaktifkan situs tersebut begitu menerima laporan resmi dari tim keamanan siber pada akhir Juni 2025. Dalam pernyataan resminya, FIA menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan data dan sedang bekerja sama dengan pihak eksternal untuk memperkuat sistem pertahanan siber.
"FIA menyadari adanya insiden siber terkait situs klasifikasi pembalap. Kami telah menutup akses, melakukan audit, dan memberitahu para pembalap yang datanya berpotensi terdampak," tulis pernyataan resmi FIA.
Meskipun demikian, FIA menegaskan tidak ada bukti bahwa data-data tersebut disebarkan atau digunakan untuk tujuan ilegal. Lembaga itu juga memastikan sistem lain seperti portal kejuaraan dan database teknis F1 tidak terkena dampak.
Dari laporan lanjutan, data yang sempat terekspos mencakup paspor elektronik Verstappen, riwayat balap, serta beberapa informasi pribadi lainnya. Untungnya, kata FIA, sebagian besar data sensitif sudah dienkripsi dan tidak mudah dibuka tanpa kode khusus.
FIA kini berjanji akan memperbarui sistem keamanan digitalnya agar kejadian serupa tidak terulang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!