Kapan Batas Waktu Sahur yang Benar? Jangan Sampai Terlewat agar Puasa Tetap Sah
Banyak yang mengira imsak adalah batas sahur, padahal secara syariat ada ketentuan yang berbeda.
JAKARTA, GENVOICE.ID- Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan saat Ramadan. Namun, masih banyak umat Muslim yang bingung mengenai kapan sebenarnya batas akhir sahur. Apakah saat imsak atau ketika azan Subuh berkumandang?
Secara hukum Islam, batas akhir makan sahur adalah saat terbit fajar sadiq, yang di Indonesia ditandai dengan azan Subuh. Selama azan Subuh belum berkumandang, seseorang masih diperbolehkan makan dan minum.
Ketentuan ini merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang membolehkan makan dan minum hingga jelas datangnya fajar. Karena itu, memahami waktu yang tepat sangat penting agar puasa tidak batal tanpa disadari.
Imsak Bukan Batas Akhir Sahur
Di Indonesia, masyarakat sangat familiar dengan jadwal imsakiyah. Waktu imsak biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh. Namun, perlu dipahami bahwa imsak bukanlah batas haram untuk makan sahur.
Para ulama menjelaskan bahwa imsak hanyalah bentuk kehati-hatian (ihtiyat) agar umat Islam tidak makan terlalu mepet dengan waktu Subuh. Fungsinya lebih sebagai pengingat untuk segera menyelesaikan sahur dan bersiap melanjutkan ibadah.
Artinya, jika seseorang masih makan setelah imsak tetapi sebelum azan Subuh, puasanya tetap sah. Meski begitu, dianjurkan untuk mulai berhenti saat imsak demi menghindari risiko terlambat.
Apa yang Terjadi Jika Masih Makan Saat Azan Subuh?
Situasi yang sering terjadi adalah seseorang masih memiliki makanan di mulut ketika azan Subuh berkumandang. Dalam kondisi ini, ia harus segera berhenti dan mengeluarkan makanan tersebut.
Mayoritas ulama berpendapat, jika seseorang sengaja menelan makanan setelah yakin waktu Subuh telah masuk, maka puasanya bisa batal. Inilah alasan mengapa banyak ulama menyarankan berhenti makan sejak waktu imsak sebagai langkah aman.
Karena itu, penting untuk selalu memantau jadwal salat sesuai wilayah masing-masing agar tidak keliru menentukan waktu sahur.
Tips Mengatur Waktu Sahur agar Tidak Terlambat
Agar ibadah puasa berjalan lancar, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan. Pertama, pasang alarm lebih awal agar tidak sahur terburu-buru. Idealnya, bangun sekitar 30-45 menit sebelum Subuh.
Kedua, utamakan minum air putih jika waktu sudah mepet. Hidrasi sangat penting untuk menjaga stamina selama berpuasa. Selain itu, siapkan menu sahur yang praktis supaya tidak memakan waktu lama saat dini hari.
Terakhir, biasakan mengecek jadwal imsakiyah resmi sesuai lokasi agar waktu sahur lebih akurat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!