Daftar 21 Kurma Israel yang Diboikot: Waspadai Merek King Salomon, Jordan River, hingga Carmel

Daftar 21 Merek Kurma yang Diboikot dalam Kampanye Solidaritas

Daftar 21 Kurma Israel yang Diboikot: Waspadai Merek King Salomon, Jordan River, hingga Carmel
Kurma. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Memasuki bulan Ramadan, kurma menjadi hidangan wajib yang paling dicari untuk berbuka puasa. Namun, seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap isu kemanusiaan, banyak masyarakat kini lebih selektif dalam memilih merek yang beredar di pasaran.

Seruan untuk menghindari produk yang terafiliasi dengan wilayah pendudukan pun kembali menguat, didukung oleh imbauan moral dari berbagai lembaga. Lantas, bagaimana cara membedakan produk yang ada?

Simak daftar 21 kurma Israel yang diboikot beserta ciri-ciri khususnya, mulai dari kode barcode 729 hingga nama eksportir yang perlu diwaspadai, agar ibadah Ramadan kamu terasa lebih tenang dan penuh berkah.

21 Merek Kurma yang Masuk Daftar Boikot

Berdasarkan berbagai kampanye solidaritas yang beredar luas, berikut adalah daftar merek kurma yang dikaitkan dengan produksi atau distribusi dari wilayah Israel:

  1. Red Sea
  2. Fancy Medjoul
  3. Delilah
  4. Karsten Farms
  5. Bomaja
  6. La Palma
  7. King Salomon
  8. Carmel
  9. Mehadrin
  10. Jordan River
  11. Bonbonierra
  12. Kalahari
  13. Lidl Deluxe
  14. La Favorite
  15. Premium Medjoul
  16. Royal Treasure
  17. Brousse
  18. Hadiklaim
  19. Shams
  20. Prana
  21. Food to Live

Mengapa Boikot Kurma Ini Dilakukan?

Gerakan boikot ini merupakan bentuk protes terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan agresi yang terjadi di wilayah Palestina.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 juga telah memberikan panduan bahwa mendukung produk yang terafiliasi dengan penjajahan hukumnya dilarang.

Selain alasan moral, banyak dari kurma tersebut diketahui diproduksi di lahan yang secara hukum internasional masih menjadi wilayah sengketa.

Cara Mengenali Kurma Israel agar Tidak Salah Beli

Agar kamulebih tenang saat berbelanja, perhatikan beberapa ciri fisik dan label berikut ini:

  • Periksa Kode Barcode: Waspadai jika angka pada kode batang (barcode) dimulai dengan 729. Angka tersebut merupakan kode internasional untuk produk asal Israel.

  • Cek Nama Eksportir: Nama-nama perusahaan seperti Hadiklaim, Mehadrin, Carmel Agrexco, dan Medjool Plus adalah eksportir utama yang patut dihindari jika kamu mengikuti gerakan boikot.

  • Cermati Asal Negara: Jangan terkecoh hanya dengan nama jenis kurma. Varietas Medjool tidak selalu dari Israel; banyak juga yang berasal dari Palestina, Yordania, atau Arab Saudi. Pastikan membaca label "Product of..." pada kemasan.

  • Waspada Label yang Tidak Jelas: Hindari produk yang menyembunyikan alamat produsen atau negara asal. Produk yang jujur biasanya mencantumkan informasi kontak importir secara lengkap.

Pilih Alternatif yang Lebih Aman

Masih banyak pilihan kurma berkualitas tinggi dari negara lain yang bisa kamu nikmati dengan tenang, seperti kurma dari Tunisia, Mesir, Arab Saudi, hingga kurma asli produksi petani Palestina. Dengan lebih teliti saat membeli, ibadah Ramadan mu bisa terasa lebih bermakna karena turut mendukung nilai-nilai kemanusiaan.

Memilih kurma untuk berbuka puasa kini bukan lagi sekadar urusan rasa, melainkan juga bentuk kepedulian kita terhadap isu kemanusiaan global.

Dengan memahami ciri-ciri produk yang terafiliasi dengan wilayah sengketa, seperti memeriksa kode barcode dan nama eksportir, kita dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan hati yang lebih tenang.

Masih banyak alternatif kurma berkualitas dari negara-negara sahabat seperti Tunisia, Arab Saudi, dan Mesir yang tidak kalah lezat dan penuh nutrisi.

Semoga informasi mengenai daftar kurma yang diboikot ini membantu kamu dalam memilih hidangan terbaik untuk keluarga di bulan suci.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE