Dituding Rasis ke Vinicius, Winger Benfica Prestianni Diskors Sementara oleh UEFA

Dituding Rasis ke Vinicius, Winger Benfica Prestianni Diskors Sementara oleh UEFA
- (Dok. Sky Sports).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus dugaan rasisme mewarnai duel Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid. Winger muda Benfica, Gianluca Prestianni, dijatuhi larangan bermain sementara satu pertandingan oleh UEFA setelah laporan dari Vinicius Jr.

Sanksi sementara ini membuat Prestianni dipastikan absen pada leg kedua babak play-off fase gugur Liga Champions yang digelar di Madrid. UEFA menegaskan hukuman tersebut bersifat provisional sambil menunggu hasil investigasi penuh dari badan etik dan disipliner.

Kasus ini bermula dari laga leg pertama di Lisbon pekan lalu. Vinicius mengaku mendapat perlakuan rasis dari Prestianni dan melaporkannya kepada wasit François Letexier. Insiden tersebut sempat membuat pertandingan terhenti sekitar 10 menit setelah pemain Real Madrid meninggalkan lapangan sementara.

Prestianni membantah tudingan tersebut. Pihak Benfica juga langsung menyatakan akan mengajukan banding, meski mereka mengakui kecil kemungkinan proses itu berdampak pada laga leg kedua yang sudah dekat.

UEFA menjelaskan bahwa keputusan menjatuhkan skors sementara diambil karena adanya bukti awal yang dianggap cukup kuat atau prima facie. Artinya, berdasarkan penilaian awal, terdapat indikasi pelanggaran serius terkait penggunaan bahasa diskriminatif.

Badan sepak bola Eropa itu juga membuka kemungkinan hukuman tambahan setelah investigasi selesai. Jika terbukti bersalah, Prestianni bisa menerima sanksi lebih berat.

Di sisi lain, Benfica menyayangkan keputusan tersebut. Klub asal Portugal itu menilai tidak adil kehilangan pemain saat proses penyelidikan masih berlangsung. Meski demikian, mereka menegaskan komitmen klub dalam memerangi segala bentuk rasisme dan diskriminasi.

Kontroversi ini juga memanas karena situasi di lapangan. Vinicius sebelumnya mencetak gol spektakuler dalam laga tersebut dan mendapat kartu kuning akibat selebrasi di depan suporter tuan rumah. Insiden ini kemudian menjadi bagian dari ketegangan sepanjang pertandingan.

Menariknya, pelatih Benfica Jose Mourinho juga tidak akan mendampingi tim di leg kedua karena skorsing akibat kartu merah di laga yang sama. Tugas konferensi pers jelang laga pun dialihkan kepada staf pelatih.

UEFA sendiri dikenal pernah mengambil langkah serupa. Dalam beberapa kasus sebelumnya, badan tersebut menjatuhkan hukuman sementara demi menjaga integritas kompetisi sambil menunggu putusan final.

Kini, perhatian tertuju pada hasil investigasi lanjutan UEFA. Selain menentukan nasib Prestianni, kasus ini kembali menjadi sorotan serius soal upaya memberantas rasisme di sepak bola Eropa.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE