8 Tradisi Ramadan Unik di Berbagai Negara, Dari Lentera Mesir hingga Genderang Turki

Ragam budaya Ramadan di dunia menunjukkan kekayaan tradisi umat Muslim yang penuh warna.

8 Tradisi Ramadan Unik di Berbagai Negara, Dari Lentera Mesir hingga Genderang Turki
Tradisi Ramadan Unik di Berbagai Negara - (Dok. istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan suci Ramadan selalu disambut meriah oleh umat Muslim di seluruh dunia. Meski tujuan ibadahnya sama, setiap negara memiliki tradisi khas yang membuat suasana Ramadan terasa berbeda dan penuh warna.

Dari Asia hingga Timur Tengah dan Eropa, berbagai kebiasaan turun-temurun terus dilestarikan sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan penuh berkah. Berikut delapan tradisi Ramadan unik di berbagai negara yang menarik untuk disimak.

1. Munggahan di Indonesia

Di Indonesia, salah satu tradisi populer menjelang Ramadan adalah munggahan, yaitu makan bersama keluarga atau kerabat sebelum memasuki bulan puasa. Tradisi ini banyak dilakukan masyarakat Sunda dan Jawa sebagai simbol kebersamaan.

Munggahan juga menjadi momen saling memaafkan dan mempererat silaturahmi sebelum menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

2. Fanous, Lentera Warna-Warni di Mesir

Mesir punya tradisi khas bernama fanous, yaitu menyalakan lentera berwarna-warni selama Ramadan. Lampion ini dipasang di rumah, jalan, hingga masjid sehingga suasana malam menjadi sangat meriah.

Tradisi fanous sudah ada sejak era Dinasti Fatimiyah dan menjadi simbol kebahagiaan serta persatuan umat Muslim saat bulan suci.

3. Qarqia'an, Berbagi Cokelat di Kuwait

Di Kuwait, anak-anak meramaikan Ramadan melalui tradisi qarqia'an. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta permen atau cokelat.

Tradisi ini biasanya berlangsung di pertengahan Ramadan selama tiga hari dan menjadi momen yang paling ditunggu anak-anak karena penuh kegembiraan.

4. Genderang Sahur di Turki

Turki memiliki kebiasaan unik berupa penabuh genderang yang berkeliling kota untuk membangunkan warga sahur. Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Ottoman.

Menariknya, para penabuh sering mengenakan kostum tradisional, dan warga biasanya memberi tip atau makanan sebagai bentuk apresiasi.

5. Tembakan Meriam di Lebanon

Di Lebanon, waktu berbuka puasa ditandai dengan tembakan meriam. Suara meriam menjadi penanda resmi bahwa waktu magrib telah tiba.

Awalnya tradisi ini muncul secara tidak sengaja pada masa Ottoman, tetapi kemudian terus dilestarikan karena pada saat itu bersamaan dengan waktu magrib di bulan puasa. Masyarakat umum yang mendengar justru menganggap itulah tanda berbuka puasa.

6. Mengecat Rumah di Maroko

Masyarakat Maroko memiliki kebiasaan membersihkan dan mengecat rumah menjelang Ramadan. Persiapan ini bahkan dilakukan sekitar dua minggu sebelum puasa dimulai.

Tradisi tersebut melambangkan kesiapan lahir dan batin untuk menyambut bulan suci, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk beribadah.

7. Buka Puasa Bersama di India

Di wilayah Delhi, India, masyarakat sering berbuka puasa bersama di jalan atau halaman masjid. Tradisi ini terbuka untuk siapa saja, tidak terbatas pada umat Muslim.

Kebiasaan tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas komunitas dan menunjukkan semangat kebersamaan selama Ramadan.

8. Lagu Tradisional di Albania

Komunitas Muslim di Albania memiliki tradisi menyanyikan lagu tradisional sebagai penanda waktu berbuka puasa. Lagu ini biasanya diiringi alat musik gendang bernama lodra.

Budaya ini sudah ada sejak masa Ottoman dan masih dipertahankan untuk memeriahkan suasana Ramadan di berbagai daerah.

Keberagaman tradisi Ramadan di berbagai negara menunjukkan bahwa bulan suci ini tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang budaya, kebersamaan, dan identitas lokal. Meski caranya berbeda-beda, semangat yang dibawa tetap sama yaitu menyambut Ramadan dengan suka cita dan penuh makna.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE