Boikot Kehadiran Musisi Pro Palestina, Dua Lipa Pecat Sang Manajer

Boikot Kehadiran Musisi Pro Palestina, Dua Lipa Pecat Sang Manajer
Dua Lipa. - (Dok. Instagram/@dualipa).

JAKARTA, Genvoice.id - Penyanyi internasional Dua Lipa memutuskan hubungan profesional dengan manajernya, David Levy, setelah terungkap bahwa dia ikut ambil bagian dalam surat yang berupaya memboikot grup rap pro-Palestina, Kneecap, dari tampil di Glastonbury Festival 2025.

Keputusan ini diambil karena ternyata tindakan sang manajer dianggap tak sejalan dengan sikap publik dan nilai yang dipegang oleh Dua Lipa sendiri. Insiden berawal ketika sebuah surat "private and confidential" yang ditandatangani oleh David Levy bersama beberapa tokoh industri musik lainnya bocor ke publik.

Dalam surat itu, mereka mendesak pendiri festival, Michael Eavis dan putrinya Emily, agar mengeluarkan kelompok musik Kneecap dari line-up acara karena tuduhan bahwa mereka memiliki hubungan politik kontroversial, termasuk dugaan dukungan terhadap organisasi seperti Hezbollah.

Meskipun telah ada upaya boikot tersebut, Kneecap akhirnya tetap tampil pada jadwalnya di Glastonbury Festival musim panas lalu.

Menurut beberapa media luar, Dua Lipa sangat terbuka menyatakan dukungannya terhadap Palestina dan sangat memperhatikan dampak tindakan personal maupun profesional terhadap isu-isu kemanusiaan. Perlu ditegaskan bahwa sikap pro Palestina bukan hal baru dalam unggahan atau pernyataan publiknya.

Ketika mengetahui bahwa manajernya ikut dalam surat itu, Dua Lipa kemudian memastikan bahwa Levy tidak lagi menangani musiknya. Salah satu sumber berkata, tindakan tersebut bukan hanya soal perbedaan pandangan, melainkan tentang integritas dan konsistensi terhadap apa yang ia yakini.

Keputusan Dua Lipa memecat manajernya ini mendapat banyak perhatian di kalangan media, penggemar, dan aktivis. Beberapa menilai ini sebagai tindakan tegas yang memperlihatkan bahwa figur publik bisa mengambil keputusan konsisten jika bertentangan dengan nilai pribadi mereka.

Sementara yang lain menyebut langkah ini berisiko menimbulkan polarisasi dan kontroversi, terutama karena isu ini terkait konflik yang sangat sensitif secara politik dan emosional.

Levy sendiri belum memberikan pernyataan publik resmi mengenai pemecatan atau kontroversi surat tersebut. Dalam beberapa laporan, disebutkan bahwa Dua Lipa tetap berada di bawah naungan agensi yang sama, hanya agennya yang berbeda setelah pemecatan

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE