Kiper Udinese Tetap Diskors 2 Bulan Meski Bebas dari Tuduhan Pengaturan Skor
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kiper Udinese asal Nigeria, Maduka Okoye, dijatuhi hukuman larangan bermain selama dua bulan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Meski demikian, pemain berusia 25 tahun itu dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan pengaturan skor yang sempat menyeret namanya.
"Pengadilan Federal Nasional FIGC menyatakan tidak ada keterlibatan Okoye dalam pelanggaran olahraga, setelah menerima argumen tim pengacara," kata Udinese dalam pernyataan resmi dikutip dari laman resmi klub, dikutip dariAntara, Rabu, 23 Juli 2025.
Tidak Terbukti Terlibat Pengaturan Skor
Dalam pernyataan resmi klub pada Selasa (22/7), Udinese menegaskan bahwa Pengadilan Federal Nasional FIGC membebaskan Okoye dari tuduhan manipulasi pertandingan. Tuduhan awal menyebutkan bahwa Okoye sengaja mencari kartu kuning dalam laga melawan Lazio pada Maret 2024, yang diduga terkait dengan taruhan senilai 120.000 euro (sekitar Rp2,1 miliar). Namun, setelah dilakukan penyelidikan, tidak ditemukan bukti bahwa Okoye berniat mengatur jalannya pertandingan.
Diskors karena Melanggar Prinsip Sportivitas
Meski terbebas dari tuduhan pengaturan skor, Okoye tetap dijatuhi larangan bermain selama dua bulan karena dinilai melanggar prinsip sportivitas yang diatur dalam Pasal 4 Kode Etik Peradilan Olahraga Italia. Hukuman ini tidak terkait langsung dengan hasil pertandingan, tetapi menyangkut perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan semangat fair play.
Absen dalam 7 Pertandingan Resmi
Hukuman skorsing terhadap Okoye berlaku dari 18 Agustus hingga 19 Oktober 2025, yang berarti ia akan absen dalam tujuh pertandingan resmi: enam laga Serie A Italia dan satu pertandingan di ajang Piala Italia. Ini menjadi pukulan bagi Udinese menjelang awal musim kompetisi.
Dukungan dari Klub dan Keyakinan atas Integritasj
Udinese menyambut baik keputusan FIGC yang membebaskan Okoye dari tuduhan utama dan menyatakan dukungannya kepada sang kiper. Klub menegaskan keyakinan penuh terhadap integritas dan profesionalisme Okoye, yang bergabung dengan Udinese sejak 2023.
Kabar ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga nilai sportivitas, sekaligus menunjukkan bahwa proses hukum tetap bisa membela pihak yang tidak bersalah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!