Ronaldo Harus Turunkan Ego Kalau Ingin Portugal Menang

Ronaldo Harus Turunkan Ego Kalau Ingin Portugal Menang
- (Dok. Goal).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah penampilan Portugal pada laga perdana Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo memunculkan perdebatan besar mengenai peran sang kapten di dalam tim nasional.

Di usia 41 tahun, Ronaldo masih dipercaya menjadi starter oleh pelatih Roberto Martinez. Namun, performanya di lapangan mulai memunculkan pertanyaan, terutama ketika Portugal gagal memanfaatkan dominasi permainan menjadi kemenangan.

Saat menghadapi RD Kongo, Portugal menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola. Meski demikian, efektivitas serangan mereka kembali menjadi masalah. Ronaldo yang bermain penuh selama 90 menit hanya mencatat sedikit keterlibatan dalam permainan dan gagal memberikan ancaman berarti ke gawang lawan.

Situasi tersebut memicu kritik dari sejumlah pengamat dan media Portugal. Banyak yang menilai Portugal kini memiliki cukup banyak pemain berkualitas sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Ronaldo.

Nama-nama seperti Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Neves, hingga Pedro Neto dinilai mampu menjadi pusat permainan Portugal. Regenerasi skuad yang terus berjalan membuat peran Ronaldo sebagai pemain inti mulai dipertanyakan.

Meski demikian, kontribusi Ronaldo bagi sepak bola Portugal tetap tidak terbantahkan. Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi simbol kebangkitan sepak bola Portugal dan membawa negaranya meraih berbagai prestasi, termasuk gelar Piala Eropa 2016.

Ronaldo juga menjadi salah satu atlet paling berpengaruh dalam sejarah Portugal. Popularitasnya membuat nama negara tersebut dikenal luas di berbagai belahan dunia dan menginspirasi generasi pemain muda.

Namun, sejumlah pihak menilai bahwa sang kapten perlu menerima perubahan peran demi kepentingan tim. Keputusan untuk bermain dari bangku cadangan atau menjadi pemain pengganti dinilai dapat membantu Portugal tampil lebih seimbang.

Situasi serupa sebenarnya pernah terjadi pada Piala Dunia 2022 ketika Fernando Santos mencadangkan Ronaldo pada fase gugur. Saat itu, statusnya sebagai pemain yang tidak tergantikan mulai mendapat tantangan.

Kembalinya Ronaldo sebagai starter reguler di era Roberto Martinez kini kembali memunculkan perdebatan. Banyak pengamat menilai Portugal membutuhkan pendekatan yang lebih berani agar potensi generasi baru dapat berkembang maksimal.

Meski demikian, kehadiran Ronaldo di dalam skuad tetap dianggap penting. Pengalaman, kepemimpinan, dan pengaruhnya di ruang ganti masih menjadi aset berharga bagi Portugal dalam menghadapi tekanan turnamen besar.

Ronaldo masih bisa memberikan kontribusi besar, baik sebagai mentor bagi pemain muda maupun sebagai pemain yang masuk dari bangku cadangan pada situasi tertentu.

Di tengah kritik yang terus bermunculan, satu hal yang tidak berubah adalah status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Namun, untuk membantu Portugal meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2026, sang kapten dinilai perlu menerima kenyataan bahwa perannya di dalam tim telah berubah.

Jika mampu menurunkan ego dan menempatkan kepentingan tim di atas segalanya, Ronaldo berpeluang menutup karier internasionalnya dengan cara yang lebih berkesan bersama Portugal.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE