Sejarah Emoji, dari Simbol Sederhana hingga Jadi Bahasa Digital

Sejarah Emoji, dari Simbol Sederhana hingga Jadi Bahasa Digital
- (Dok. freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hampir setiap hari kita melihat emoji di chat, media sosial, bahkan email. Wajah tersenyum, tertawa, menangis, jempol, hati, sampai berbagai simbol makanan dan aktivitas kini menjadi bagian dari komunikasi digital.

Menariknya, emoji sebenarnya memiliki perjalanan yang cukup panjang. Simbol yang sekarang terlihat sederhana tersebut berkembang dari kebutuhan manusia untuk membuat komunikasi berbasis teks terasa lebih ekspresif.

Emoji Pertama Muncul di Jepang

Emoji modern pertama kali dikembangkan di Jepang pada akhir 1990-an.

Salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah emoji adalah Shigetaka Kurita, yang saat itu bekerja dalam pengembangan layanan internet seluler Jepang.

Ia dan timnya membuat kumpulan simbol kecil yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau emosi tanpa harus menulis banyak kata.

Pada awalnya, emoji berukuran sangat kecil dan tampilannya jauh lebih sederhana dibandingkan emoji modern.

Kenapa Emoji Dibuat?

Komunikasi melalui teks memiliki satu masalah: pembaca tidak bisa melihat ekspresi wajah, gerakan tangan, atau intonasi suara.

Kalimat yang sama dapat memiliki makna berbeda tergantung cara mengucapkannya.

Misalnya, tulisan "oke" bisa terdengar biasa saja, bercanda, atau bahkan dianggap dingin.

Emoji membantu memberikan sedikit konteks emosional melalui simbol visual.

Satu wajah tersenyum dapat membuat sebuah pesan terasa lebih ramah tanpa harus menambahkan kalimat panjang.

Emoji Berbeda dari Emoticon

Emoji sering disamakan dengan emoticon, padahal keduanya berbeda.

Emoticon dibuat menggunakan karakter teks, seperti:

:-)

atau

:-(

Sementara emoji merupakan simbol atau gambar digital yang sudah memiliki karakter tersendiri dalam sistem komputer.

Emoticon sudah digunakan jauh sebelum emoji populer di ponsel.

Emoji Kemudian Menyebar ke Seluruh Dunia

Awalnya emoji sangat erat dengan komunikasi digital di Jepang.

Namun, seiring perkembangan ponsel pintar dan platform komunikasi global, penggunaan emoji mulai menyebar ke berbagai negara.

Perusahaan teknologi kemudian mengembangkan sistem emoji yang dapat digunakan pada berbagai perangkat.

Emoji tidak lagi menjadi fitur khusus untuk pengguna di Jepang, tetapi berkembang menjadi bagian dari komunikasi digital global.

Ada Standar untuk Emoji

Agar emoji dapat digunakan di berbagai perangkat dan sistem, diperlukan standar karakter yang dapat dikenali oleh komputer.

Standar tersebut dikelola melalui Unicode Consortium.

Dengan adanya standar ini, emoji tertentu dapat dikenali sebagai karakter yang sama di berbagai platform, meskipun tampilannya dapat berbeda.

Karena itu, emoji wajah tersenyum yang dikirim dari satu perangkat bisa terlihat sedikit berbeda ketika diterima di perangkat lain.

Emoji Bisa Memiliki Makna yang Berbeda

Menariknya, arti emoji tidak selalu sama bagi semua orang.

Satu emoji dapat digunakan dengan makna berbeda tergantung konteks, budaya, kelompok pertemanan, atau kebiasaan pengguna.

Emoji tertentu bahkan bisa mendapatkan makna baru di internet yang berbeda dari tujuan awal desainnya.

Karena itu, memahami emoji sering kali membutuhkan konteks percakapan.

Jumlah Emoji Terus Bertambah

Dunia emoji terus berkembang.

Emoji baru dapat ditambahkan untuk mewakili makanan, hewan, profesi, aktivitas, simbol, hingga berbagai bentuk ekspresi manusia.

Perkembangan tersebut juga membuat emoji semakin beragam dalam menggambarkan manusia dan aktivitas sehari-hari.

Dengan begitu, pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk mengekspresikan sesuatu tanpa harus menggunakan kata-kata.

Emoji Kini Menjadi Bagian dari Bahasa Digital

Emoji memang tidak menggantikan bahasa sepenuhnya, tetapi penggunaannya telah mengubah cara manusia berkomunikasi melalui internet.

Sebuah pesan pendek bisa memiliki nuansa yang sangat berbeda hanya dengan menambahkan satu emoji.

Dari simbol kecil yang dibuat untuk layanan ponsel di Jepang hingga digunakan miliaran kali dalam komunikasi digital, emoji menunjukkan bagaimana teknologi dapat menciptakan bentuk komunikasi baru.

Kini, sebuah pesan terkadang tidak membutuhkan kalimat panjang. Satu simbol sederhana seperti ❤️, 😂, atau 👍 saja sudah bisa menyampaikan emosi yang ingin disampaikan penggunanya.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE