Hati-hati Salah Kirim! Inilah 10 Emoji yang Paling Sering Disalahartikan Beserta Makna Aslinya

Hasil Survei Preply: Mengapa Banyak Orang Bingung Mengartikan Simbol dalam Percakapan Digital?

Hati-hati Salah Kirim! Inilah 10 Emoji yang Paling Sering Disalahartikan Beserta Makna Aslinya
Emoji. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Pernahkah kamu merasa bingung saat menerima emoji dari teman atau rekan kerja? Meski dirancang untuk mempermudah komunikasi digital, nyatanya penggunaan emoji sering kali memicu salah paham.

Berdasarkan riset terbaru dari Preply, lebih dari 80 persen pengguna mengaku pernah keliru menafsirkan simbol-simbol populer seperti emoji wajah terbalik hingga wajah mengantuk.

Agar tidak lagi salah kirim dalam obrolan sehari-hari maupun urusan profesional, simak ulasan lengkap mengenai makna asli sepuluh emoji yang paling sering disalahartikan beserta konteks penggunaannya yang tepat berikut ini.

1. Emoji Cat Kuku (Nail Polish)

Banyak yang menganggap emoji ini sebagai simbol gaya hidup mewah atau "kelas atas" (40%). Padahal, bagi sebagian orang, ini hanyalah ekspresi harfiah sedang melakukan manikur. Di sisi lain, emoji ini sering dipakai untuk menunjukkan sikap tidak peduli atau cuek.

2. Emoji Angin Berhembus (Dashing Away)

Secara visual, emoji ini melambangkan kecepatan. Namun, tidak sedikit netizen yang menggunakannya sebagai simbol kentut, asap rokok, hingga ekspresi rasa lelah atau kehabisan napas.

3. Wajah Terbalik (Upside-down Face)

Emoji ini adalah "rajanya" ironi. Meski tampak tersenyum, 38% orang memakainya untuk menunjukkan sarkasme. Makna lainnya termasuk "tersenyum di tengah penderitaan" atau bahkan bentuk agresi pasif yang halus.

4. Wajah Menahan Emosi (Persevering Face)

Emoji dengan mata terpejam ini sering dikira simbol kesedihan. Faktanya, mayoritas pengguna memakainya untuk mengekspresikan rasa frustrasi, rasa malu (cringe), hingga perasaan kewalahan menghadapi situasi sulit.

5. Wanita dengan Tangan ke Samping (Woman Tipping Hand)

Posisi tangan ini sering kali disalahartikan. Sebanyak 41% menganggapnya sebagai tanda pasrah ("ya sudahlah"), sementara sisanya melihatnya sebagai ekspresi sikap centil (sassy) atau gaya saat memberikan saran.

6. Wajah Garis Putus-putus (Dotted Line Face)

Ini adalah simbol bagi mereka yang ingin "menghilang". Banyak yang menggunakannya saat merasa diabaikan, tidak terlihat, atau ketika benar-benar kehilangan kata-kata (speechless) dalam sebuah percakapan.

7. Uang dengan Sayap (Money with Wings)

Maknanya bisa sangat kontradiktif. Separuh responden memakainya saat kehilangan uang (boros), namun ada juga yang memakainya untuk pamer kekayaan atau menunjukkan bahwa gajian telah tiba.

8. Wajah Mengantuk (Sleepy Face)

Ini adalah salah satu yang paling membingungkan. Meski namanya "mengantuk", 51% orang justru menganggapnya sebagai ekspresi kesedihan. Hanya sebagian kecil yang memakainya sebagai simbol lelah secara fisik.

9. Wajah Ketakutan (Fearful Face)

Wajah dengan dahi biru ini lebih sering digunakan untuk menunjukkan rasa kaget atau terkejut luar biasa (63%) daripada rasa takut yang sebenarnya. Sering juga dipakai saat baru menyadari sebuah kesalahan besar.

10. Orang Dipijat (Person Getting Massage)

Secara harfiah memang berarti pijat, namun dalam konteks digital, emoji ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang memijat pelipis karena stres, pusing, atau merasa sangat lelah.

Konteks adalah kunci utama dalam menggunakan emoji. Untuk menghindari kesalahpahaman, terutama dalam urusan profesional, ada baiknya tetap menyertakan penjelasan teks agar maksud pesanmutersampaikan dengan tepat.

Memahami makna asli di balik setiap emoji memang penting, namun yang lebih utama adalah memperhatikan konteks dan kepada siapa kamu mengirimnya.

Mengingat perbedaan persepsi yang cukup besar, jangan ragu untuk menambahkan sedikit teks penjelasan jika merasa emoji yang kamu gunakan berpotensi memicu ambigitas.

Dengan penggunaan yang tepat, emoji akan tetap menjadi alat komunikasi yang menyenangkan tanpa perlu merusak suasana percakapan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE