Premier League Tunda Teknologi Offside Otomatis Setelah Insiden VAR Terlama

D
Daniel R
Penulis
Sport
Premier League Tunda Teknologi Offside Otomatis Setelah Insiden VAR Terlama
- (Dok. AP News).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Premier League kembali menunda penerapan teknologi offside otomatis setelah uji coba di Piala FA mengalami kendala teknis. Pada pertandingan putaran kelima antara Bournemouth dan Wolves, pengecekan VAR berlangsung selama delapan menit, terlama dalam sejarah sepak bola Inggris, akibat kegagalan sistem di Stadion Vitality.

Teknologi ini sebelumnya diuji coba dalam tujuh dari delapan pertandingan putaran kelima Piala FA. Namun, menurut sumber, sistem mengalami gangguan akibat "area penalti yang terlalu padat". Akibatnya, VAR Timothy Wood harus melakukan tiga kali pengecekan sebelum akhirnya gol bek Bournemouth, Milos Kerkez, dianulir karena offside.

Premier League awalnya berencana menerapkan teknologi offside otomatis setelah jeda internasional, tetapi rencana tersebut kini ditunda. FA mengonfirmasi bahwa teknologi ini akan kembali diuji coba pada tiga pertandingan perempat final Piala FA serta tetap digunakan pada babak semifinal dan final. Namun, klub Championship seperti Preston, yang akan menghadapi Aston Villa di perempat final, tidak memiliki kapasitas untuk mengoperasikan sistem ini.

Pihak Premier League masih mempertimbangkan penerapan teknologi ini dalam musim ini, tetapi keputusan akhir membutuhkan persetujuan dari klub-klub peserta. Jadwal paling awal untuk implementasi adalah pada akhir pekan 5-6 April. Namun, beberapa klub mempertanyakan apakah perubahan besar sebaiknya dilakukan ketika musim hanya menyisakan delapan pertandingan.

iklan gulaku

Pada April tahun lalu, klub-klub Premier League telah sepakat untuk menerapkan teknologi ini, dengan jadwal awal penggunaan pada Oktober. Namun, pengujian di stadion menemukan masalah akurasi yang baru dapat diselesaikan bulan lalu. Tony Scholes, Chief Football Officer Premier League, sebelumnya mengungkapkan keraguannya terhadap kelayakan sistem ini, dan beberapa kekhawatiran masih ada. Mengingat berbagai kontroversi terkait VAR, ada kekhawatiran bahwa teknologi baru ini dapat menimbulkan lebih banyak kritik.

Teknologi offside otomatis diklaim mampu mempercepat keputusan menjadi hanya 30 detik karena garis offside digambar secara otomatis. Namun, dalam uji coba awal, sistem justru gagal berfungsi, menyebabkan pengecekan VAR terlama dalam sejarah sepak bola Inggris.

Sebelum gangguan terjadi, wasit Sam Barrott sempat mengesahkan gol Kerkez. Namun, setelah serangkaian pemeriksaan oleh VAR Timothy Wood dan asisten Darren England di ruang video Stockley Park, keputusan tersebut dianulir. Pemeriksaan dimulai dengan pengecekan potensi handball oleh Kerkez, yang dinyatakan tidak disengaja. Pemeriksaan kemudian berlanjut ke kemungkinan handball oleh Huijsen, tetapi kembali diberikan izin. Ketika pengecekan offside dilakukan, sistem gagal berfungsi, menyebabkan penundaan panjang.

Situasi ini menimbulkan reaksi dari para suporter di Stadion Vitality. Fans Bournemouth menyanyikan yel-yel protes seperti "Ini bukan sepak bola lagi" dan "Ini memalukan", sementara pendukung Wolves bahkan tidak merayakan keputusan VAR yang menguntungkan tim mereka. Penundaan delapan menit ini melampaui rekor VAR sebelumnya, yaitu lima menit 37 detik, yang terjadi dalam pertandingan Premier League antara West Ham dan Aston Villa tahun lalu. Dengan berbagai tantangan yang muncul, Premier League kini menghadapi dilema dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengimplementasikan teknologi ini secara penuh.

  • Tag:
  • Sport
  • Sepak Bola
  • Premier League

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today