Real Madrid dan PSG Ogah Datang ke Perayaan Ballon d’Or 2025, Ada Apa?
JAKARTA, Genvoice.id - Suasana Ballon d'Or 2025 terasa berbeda karena dua klub raksasa Eropa, Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) kemungkinan besar tidak akan mengirim banyak wakil atau staf ke gala penghargaan prestisius malam ini. Absen mereka menjadi sorotan yang mengundang pertanyaan, apa penyebabnya dan bagaimana reaksi publik serta pihak klub?
PSG dikabarkan memiliki laga Ligue 1 melawan Marseille yang sebelumnya ditunda akibat cuaca ekstrem. Pertandingan tersebut dijadwalkan kembali pada hari yang sama dengan acara Ballon d'Or, membuat beberapa pemain dan staf harus memilih antara tampil di pertandingan atau hadir di acara penghargaan.
Sementara PSG punya alasan jadwal, Real Madrid tampak memilih pendekatan yang berbeda. Klub yang nominasinya cukup banyak di Ballon d'Or 2025, termasuk Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham dikabarkan memutuskan tidak hadir secara resmi dalam acara gala malam ini.
Alasannya menurut beberapa laporan berkaitan dengan kekecewaan terhadap hasil penghargaan tahun sebelumnya, kurangnya juara trofi besar musim lalu, serta persepsi bahwa Ballon d'Or tidak lagi mencerminkan nilai klub secara keseluruhan. Kylian Mbappe sendiri mengungkap bahwa karena Real Madrid tidak memenangkan trofi besar di musim 2024/25, maka meski ia mencetak banyak gol, peluangnya dianggap kurang kuat sebagai kandidat utama.
Dalam daftar nominasi Ballon d'Or 2025, Real Madrid dan PSG cukup menonjol. Beberapa nama PSG seperti Dembele, Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia, Vitinha, dan lain-lain termasuk dalam daftar kandidat untuk berbagai kategori seperti Pemain Terbaik, Pemain Muda, Top Scorer, dan lainnya. Real Madrid tidak kalah banyak, pemain seperti Mbappe, Bellingham, Vinicius Jr juga masuk.
Publik dan pengamat sepak bola merespons absennya klub besar ini dengan campuran kritik dan pemahaman. Beberapa pihak mengatakan bahwa absennya Real Madrid dan banyak pemain PSG mencederai prestige gala Ballon d'Or sebagai acara yang merayakan pencapaian individu terbaik sepak bola. Kritik lain menilai bahwa ini mencerminkan ketegangan antara klub, federasi, media, dan penghargaan semacam ini.
Di sisi lain, ada juga yang memahami alasan klub masing-masing. PSG yang harus memilih antara laga kompetitif dan gala, serta Real Madrid yang tampak kecewa atas penilaian dan hasil penghargaan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa keputusan absen bukan semata karena ego tapi juga strategi dan prinsip.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!