6 Idol K-Pop Blak-blakan Ungkap Sisi Gelap Industri: Korban Standar Ganda dan Tuntutan Unrealistis

Dari Tekanan Diet Ekstrem Hingga Singkatnya Usia Karier, Sederet Bintang K-Pop Beberkan Sisi Gelap Industri

6 Idol K-Pop Blak-blakan Ungkap Sisi Gelap Industri: Korban Standar Ganda dan Tuntutan Unrealistis
Taeyeon SNSD, Heechul Super Junior, dan Amber f(x). - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri hiburan K-Pop sering kali menerapkan standar kecantikan dan perilaku yang jauh lebih ketat kepada idol perempuan dibandingkan idol laki-laki. Diskriminasi gender serta standar ganda yang tersembunyi di balik gemerlap panggung K-Pop membuat para bintang perempuan kerap menjadi sasaran kritik publik hanya karena masalah sepele.

Menanggapi perlakuan yang tidak adil tersebut, sejumlah idol ternama secara berani bersuara dan membeberkan realita pahit di balik tuntutan visual serta ekspektasi publik yang dinilai makin tidak manusiawi. Berikut adalah pengakuan bintang K-Pop soal standar ganda, di antaranya:

1. Taeyeon SNSD (Dilema Serba Salah)

Menyuarakan penderitaannya pada 2021 terkait kritik publik yang tak ada habisnya. Berat badan naik dicap gemuk, tubuh kurus dianggap sakit, pakaian longgar dinilai maskulin, sementara baju ketat dinilai berlebihan. Apapun pilihannya, idol perempuan selalu menjadi sasaran tembak publik.

2. Heechul Super Junior (Empati untuk Idol Perempuan)

Dalam acara Knowing Brother (2022), Heechul mengakui beban berat yang dipikul girl group. Ia menyoroti bagaimana perubahan fisik, kondisi kesehatan, hingga penampilan idol perempuan selalu dijadikan bahan rumor dan spekulasi yang melelahkan.

3. Amber f(x) (Tekanan Fisik & Eating Disorder)

Mengungkapkan dalam wawancara CBS This Morning (2020) bahwa aturan untuk idol perempuan jauh lebih mengekang. Amber membeberkan bagaimana ia ditekan untuk mencerahkan kulit, melakukan operasi plastik, hingga mengalami gangguan makan (eating disorder) demi memenuhi preferensi visual industri.

4. Sulli (Tuntutan Kesempurnaan Dualitas)

Melalui produser dokumenternya, terungkap bahwa Sulli menjadi korban dari ekspektasi publik yang mewajibkan idol perempuan bersikap seksi sekaligus tetap mempertahankan citra polos dan suci. Keberanian Sulli mendobrak norma tersebut justru membuatnya makin dihujani ujaran kebencian.

5. PRISTIN (Sisi Biologis yang Diabaikan)

Saat tampil di We Like Zines (2017), Siyeon dan Heechul mendiskusikan tantangan fisik idol perempuan saat menstruasi. Meski mengalami sakit fisik dan perubahan suasana hati (mood swings), mereka tetap dituntut tampil sempurna dan tersenyum profesional di atas panggung.

6. Karina aespa (Singkatnya Usia Karier)

Dalam dokumenter Lee Soo Man (2025) serta acara ragam (2026), Karina menyoroti pendeknya masa edar (career span) idol perempuan di industri K-Pop. Ia bahkan berseloroh ingin direinkarnasi menjadi laki-laki demi merasakan kebebasan dan pengalaman hidup yang berbeda tanpa bayang-bayang penghakiman publik.

Pengakuan jujur dari para idola ini membuka mata publik akan pentingnya menghentikan budaya toksik dan standar ganda di industri hiburan Korea Selatan. Perubahan empati dari masyarakat serta penggemar sangat dibutuhkan agar para idol perempuan dapat berkarya secara sehat, dihargai atas bakat serta kemampuannya, dan diperlakukan secara adil layaknya manusia biasa.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE