Kisah Ironis Leicester City di Championship: Dulu Jadi Kuda Hitam Sekarang Turun ke Kasta 3
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nasib pahit harus diterima Leicester City setelah dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola Inggris. Hasil imbang 2-2 saat menghadapi Hull City pada Selasa (21/4) menjadi penentu turunnya klub berjuluk The Foxes tersebut ke League One.
Dalam pertandingan itu, Leicester sempat membuka harapan untuk bertahan. Gol dari Jordan James pada menit ke-52 dan Luke Thomas dua menit berselang membuat mereka berbalik unggul 2-1 di awal babak kedua. Namun, situasi berubah cepat setelah Oliver McBurnie mencetak gol penyeimbang pada menit ke-63, yang sekaligus mengubur peluang Leicester untuk keluar dari zona degradasi.
Pelatih Leicester, Gary Rowett, mengakui bahwa hasil tersebut merupakan akumulasi dari performa tim sepanjang musim. Ia menilai degradasi bukan disebabkan oleh satu atau dua pertandingan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang tidak berjalan sesuai harapan.
Kondisi ini menjadi kontras tajam jika menengok satu dekade ke belakang. Pada musim 2015/2016, Leicester City justru mencatat sejarah dengan menjuarai Premier League. Saat itu, di bawah asuhan Claudio Ranieri, Leicester tampil sebagai tim kejutan yang mematahkan dominasi klub-klub besar.
Kesuksesan tersebut bahkan dianggap sebagai salah satu keajaiban terbesar dalam sejarah sepak bola, mengingat peluang juara mereka yang disebut mencapai 5000 banding 1 di awal musim. Dengan koleksi 81 poin dari 38 pertandingan, Leicester finis di puncak klasemen, unggul jauh dari pesaing terdekat.
Performa impresif Jamie Vardy juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Striker asal Inggris itu mencetak 24 gol dan menjadi andalan utama lini serang Leicester sepanjang musim bersejarah tersebut.
Kini, sepuluh tahun berselang, cerita manis itu berubah menjadi kenyataan pahit. Leicester City harus menerima kenyataan turun ke League One untuk pertama kalinya sejak 2009. Dari tim yang pernah dielu-elukan sebagai simbol keajaiban sepak bola, mereka kini menghadapi tantangan besar untuk bangkit dari keterpurukan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!