Jurgen Klopp Tolak Latih Manchester United!

Jurgen Klopp Tolak Latih Manchester United!
Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. - (Dok. Getty Images).

JAKARTA, Genvoice.id - Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, membuat pengakuan menarik soal perjalanan kariernya di dunia kepelatihan. Dalam wawancara terbaru, Klopp mengungkap bahwa dirinya pernah mendapat tawaran untuk melatih Manchester United beberapa tahun sebelum akhirnya bergabung dengan Liverpool.

Meski demikian, pelatih asal Jerman itu memilih menolak tawaran tersebut karena merasa proyek yang ditawarkan klub tidak sesuai dengan prinsip dan visinya.

Pengakuan itu disampaikan Klopp dalam podcast The Diary of a CEO bersama Steve Bartlett. Ia bercerita bahwa tawaran datang dari pihak Manchester United sekitar tahun 2013, tak lama setelah Sir Alex Ferguson resmi pensiun dan meninggalkan kursi pelatih yang telah ia duduki selama lebih dari dua dekade.

"Saya memang dihubungi oleh orang dari Manchester United. Mereka bicara banyak soal ambisi besar, tentang pemain-pemain top yang ingin mereka datangkan. Tapi, bagi saya, itu bukan proyek yang tepat," kata Klopp seperti yang dikutip dari BEIN Sports, Selasa (21/10).

Menurut Klopp, pendekatan yang dilakukan United kala itu terasa lebih menekankan pada gengsi dan kekuatan finansial ketimbang membangun tim dengan filosofi permainan yang jelas.

Ia menilai konsep tersebut tidak sesuai dengan caranya memimpin tim, yang selalu berfokus pada pengembangan pemain dan kerja sama tim yang kuat.

"Saya tidak tertarik pada janji-janji besar soal transfer. Saya ingin membangun tim, bukan membeli kesuksesan," ujarnya.

Saat itu, Klopp masih menjabat sebagai pelatih Borussia Dortmund. Ia mengaku tidak bisa begitu saja meninggalkan proyek besar yang sedang ia jalankan di Jerman, meskipun tawaran dari Manchester United sangat menggoda secara karier maupun finansial.

"Saya masih punya kontrak dan tanggung jawab di Dortmund. Saya tidak bisa pergi begitu saja hanya karena ada tawaran besar," ucapnya.

Klopp menilai bahwa Manchester United saat itu berada dalam masa transisi berat usai ditinggalkan Ferguson. Ia merasakan adanya tekanan luar biasa di klub, terutama dalam hal menjaga tradisi kemenangan yang selama ini menjadi identitas mereka. Namun, menurutnya, situasi semacam itu justru tidak ideal untuk memulai proyek jangka panjang yang ia harapkan.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE