FIFA Matchday Indonesia vs Lebanon: Timnas Harus Puas Bermain Imbang Tanpa Gol

FIFA Matchday Indonesia vs Lebanon: Timnas Harus Puas Bermain Imbang Tanpa Gol
Aksi debut pertama Adrian Wibowo. - (Dok. X/@TimnasIndonesia).

JAKARTA, Genvoice.id - Tim nasional Indonesia harus puas mengakhiri laga dengan hasil imbang 0-0 melawan Lebanon. Dalam laga FIFA Matchday yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, (8/9), skuad Garuda gagal menembus gawang Lebanon meski tampil agresif dan mendominasi penguasaan bola.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Timnas langsung bermain menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan demi penguasaan bola di lapangan tak kunjung membuat Timnas mendapatkan peluang emas. Pertahanan yang rapat Lebanon sulit ditembus oleh para anak asuh Patrick Kluivert. Sampai babak pertama usai, tercacat hanya ada 2 peluang dan tidak ada satu pun peluang yang on target.

Memasuki babak kedua, justru Lebanon yang menghasilkan peluang dan tendangan shoot on target pertama di pertandingan ini. Untungnya, tendangan keras dari striker Lebanon mampu ditepis oleh kiper kita, Emil Audero. Meski sempat ada beberapa pergantian pemain dan kemelut di depan gawang Lebanon, skor imbang 0-0 berakhir sampai peluit panjang dibunyikan. Kendati tidak kalah, hasil ini tetap meninggalkan rasa frustrasi karena Indonesia mampu menguasi jalannya pertandingan namun tidak bisa memaksimalkan peluang menjadi gol.

Terlepas dari hasil ini, Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia merasa cukup senang dengan serangkaian laga FIFA Matchday.

"Penampilan bagus sebelum dua laga genting bulan Oktober," ujar Idzes, seperti dikutip dari laman Bola.com.

Menurutnya, dalam laga ini Timnas hanya kurang beruntung. Bermain dengan penguasaan penuh tapi sial di sepertiga lapangan akhir.

"Tentu kami ingin menang, tetapi kita hanya sial saja di sepertiga lapangan," tambahnya.

Memang hasil imbang 0-0 bukan hasil yang menyenangkan, tapi performa Timnas Indonesia malam ini cukup menunjukkan progres, apalagi dengan percobaan formasi baru dan penyerang baru. Ini dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir sebelum kembali fokus ke ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2026.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE