RI-AS Sepakat! 99 Persen Produk Amerika Bebas Bea Masuk, RI Beli Boeing 777
Kesepakatan dagang RI-AS bikin 99 persen produk Amerika bebas bea masuk, sementara Indonesia komit beli pesawat Boeing 777, produk energi, dan pertanian.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Indonesia dan Amerika Serikat sepakat memberlakukan bea masuk 0 persen untuk 99 persen produk Amerika, disertai komitmen RI membeli Boeing 777, energi, dan produk pertanian.
Ada kabar panas dari jalur perdagangan internasional, Gen! Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati hasil negosiasi tarif: impor dari AS bakal menikmati bea masuk 0 persen untuk sekitar 99 persen pos HS.
Pengumuman hasil perundingan ini disampaikan Presiden Donald Trump pada 14 Juli 2025, bersamaan dengan komitmen Indonesia membeli produk pertanian, energi, dan pesawat Boeing 777.
Meski begitu, pemerintah menegaskan bukan berarti semua barang asal AS otomatis "gratis bea" ada pengecualian. Menurut Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Perekonomian, dari total 11.552 pos sistem harmonisasi (HS), sekitar 11.474 HS yang masuk skema tarif 0 persen.
Sisanya tetap dikenai bea masuk, terutama yang dinilai sensitif atau tidak relevan dengan kebutuhan konsumsi domestik. Contohnya: minuman beralkohol dan daging babi, dua kategori yang secara sosial maupun tingkat konsumsi dinilai tidak perlu dipermudah tarifnya.
"Jadi kira-kira yang kita sepakati dapat tarif 0 persen itu sekitar 99 persen lah," ujarnya.
Ia juga wanti-wanti supaya publik tidak mengira kebijakan ini muncul mendadak hanya karena deal dengan AS.
Skema bea masuk 0 persen sudah lazim dalam berbagai FTA / CEPA / ATIGA, di mana banyak komoditas dari kawasan lain juga sudah lama bertarif rendah bahkan nol di buku tarif Bea Cukai. Jadi, ini lebih ke penyelarasan komitmen dagang, bukan 'karpet merah' khusus.
Dari sisi manfaat, para analis menyebut yang paling diuntungkan adalah barang strategis yang memang menjadi tulang punggung rantai pasok industri dan energi: suku cadang dan mesin penerbangan, produk plastik industri, farmasi, BBM dan LNG, elpiji, plus komoditas pertanian seperti kedelai, gandum, dan jagung.
Tapi jangan buru-buru berharap harga iPhone jatuh, ya, sebagian lini iPhone dirakit di negara lain (misalnya Tiongkok), sehingga tidak serta-merta masuk daftar produk "AS" yang menikmati preferensi tarif.
Dua ekonom, Bhima Yudhistira (Celios) dan Tauhid Ahmad (Indef), mengingatkan sisi lain: ketergantungan struktural Indonesia pada sejumlah komoditas Amerika masih tinggi.
Tauhid merinci sepuluh produk utama yang menunjukkan tingkat ketergantungan signifikan (proporsi impor Indonesia yang bersumber dari AS):
- Kedelai - 89,1%
- Butana cair - 54,1%
- Propana cair - 53,2%
- Minyak bumi mentah - 4,7%
- Batu bara bituminus - 15,9%
- Ampas hasil penyulingan/fermentasi (distillers grains) - 92,5%
- Etilena tak jenuh - 24,9%
- Pesawat terbang (>15.000 kg) - 76,7%
- Tepung, bubur & pelet (pakan/proses pangan) - 58,3%
- Bubur kayu kimia (pulp soda/sulfat) - 36,3%
Angka-angka itu jadi sinyal bahwa kebijakan tarif 0 persen harus dibarengi strategi diversifikasi sumber dan penguatan produksi substitusi domestik (kalau memungkinkan), agar Indonesia enggak terlalu rentan terhadap perubahan kebijakan ekspor Amerika atau fluktuasi harga global.
Kesepakatan tarif 0 persen RI-AS ini diharapkan mampu memperkuat hubungan dagang kedua negara, membuka peluang investasi baru, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Pemerintah juga menegaskan akan terus mengawasi dampak kebijakan ini agar tidak merugikan sektor dalam negeri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!