Cerita Gigi Eks Cherrybelle Dalami Peran di Film Pernikahan Arwah, Sampe Riset Budaya Tionghoa ke Perpusnas

R
Rivaldi Dani Rahmadi
Penulis
Celebrity
Cerita Gigi Eks Cherrybelle Dalami Peran di Film Pernikahan Arwah, Sampe Riset Budaya Tionghoa ke Perpusnas
- (Dok. Genvoice/Aldi).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktris Brigitta Cynthia alias Gigi eks Cherrybelle nyeritain pengalaman dia saat berperan dalam film Pernikahan Arwah (The Butterfly House). Dia ngaku sampe baca buku-buku kuno tentang sejarah etnis Tionghoa di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) supaya bisa dalemin peran sebagai Mei Hwa, seorang penyanyi perempuan Tionghoa di masa pendudukan Jepang di Indonesia.

"Aku sempat mengunjungi Perpustakaan Nasional untuk mempelajari kondisi Indonesia dan kehidupan perempuan Tionghoa serta perempuan pada umumnya di masa tersebut. Kemudian untuk menyanyi, saya mengikuti lokakarya dan dikasih lagu Mandarin untuk coba dinyanyikan, yang menurut aku liriknya sangat bagus," kata Gigi saat Press Screening & Press Conference Film Pernikahan Arwah (The Butterfly House) di Jakarta, Kamis (20/2).

Gigi juga merasa terhormat karena dapat merepresentasikan para wanita Tionghoa di dalam film ini. Dia juga ngaku takut akan menerima energi negatif selama syuting film berlangsung.

"Ketika aku keterima casting untuk dapat memerankan Mei Hwa, I feel scared and honored at the same time. Takut dalam hal mistis dan pasti ada energi yang dibawa. Takutnya itu," ujarnya.

iklan gulaku

"Honored karena aku ngerasa mewakili perempuan-perempuan Tionghoa yang mungkin dulu nggak pernah terwakili juga gitu," tambahnya.

Film Pernikahan Arwah (The Butterfly House) mengangkat tradisi kuno Tionghoa, yaitu pernikahan arwah. Dari teror arwah leluhur sampe detail latar yang super kental sama budaya Tionghoa, siap bikin bulu kuduk merinding tapi tetap estetis.

Film ini sendiri bercerita tentang sepasang calon suami istri, Salim dan Tasya yang harus memindahkan proses foto prapernikahan ke rumah keluarga Salim, setelah keluarga sedarah satu-satunya Salim, yaitu sang bibi meninggal dunia. Selain harus mengurus pemakaman bibinya, Salim ternyata harus melanjutkan ritual keluarganya untuk membakar dupa setiap hari di sebuah altar misterius atau nyawanya terancam. Namun, kehadiran mereka dan tim foto di rumah itu justru membuat arwah leluhur Salim yang meninggal di masa pendudukan Jepang muncul dan meneror mereka.

Pernikahan Arwah (The Butterfly House) akan tayang di bioskop Indonesia pada 27 Februari 2025. Selain itu, film ini juga akan diputar di 7 negara Asia, yaitu Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos, dan Brunei Darussalam.

  • Tag:
  • Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
  • Budaya Tionghoa
  • Film Pernikahan Arwah (The Butterfly House)
  • Gigi Eks Cherrybelle

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi