Temuan Greenpeace: Lebih dari Separuh Warga Indonesia Cari Pekerjaan Sampingan

Greenpeace menyebut tekanan ekonomi dan dampak krisis iklim membuat masyarakat melakukan berbagai cara untuk menambah pemasukan dan menekan pengeluaran.

Temuan Greenpeace: Lebih dari Separuh Warga Indonesia Cari Pekerjaan Sampingan
Greenpeace mencatat 56,79 persen responden memilih mencari pekerjaan sampingan atau membuka usaha baru untuk menambah pemasukan di tengah tekanan ekonomi dan krisis iklim. - (Dok. greenpeace.org).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Greenpeace Indonesia mengungkap temuan terkait cara masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan dampak krisis iklim. Salah satu temuan menunjukkan 56,79 persen responden memilih mengambil pekerjaan sampingan atau membuka usaha baru untuk menambah pemasukan.

Temuan tersebut disampaikan dalam aksi protes Greenpeace Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi bertajuk "Bencana makin parah, hidup makin susah, apa kerja pemerintah?" itu digelar untuk mengkritik dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Greenpeace menilai krisis iklim tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Kelompok masyarakat menengah ke bawah disebut harus melakukan berbagai cara untuk mempertahankan kondisi kehidupan di tengah tekanan yang terjadi.

Ketua Tim Kampanye Sosial & Ekonomi Greenpeace Indonesia, Atha Rasyadi, turut mempertanyakan klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD tahun 2026. Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut mencapai 5,45 persen pada paruh pertama 2026.

Menurut Atha, pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Ia menilai sebagian masyarakat masih harus menghadapi tekanan ekonomi dan mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita tidak bisa terus diam ketika pertumbuhan ekonomi hanya memperkaya segelintir orang apalagi dengan eksploitasi alam secara serakah, sementara masyarakat dipaksa berjuang sendiri untuk bertahan hidup," kata Atha.

Banyak Warga Pangkas Pengeluaran

Berdasarkan temuan Greenpeace, masyarakat melakukan sejumlah strategi untuk menghadapi tekanan ekonomi dan dampak krisis iklim. Langkah tersebut dilakukan mulai dari mengurangi pengeluaran hingga mencari sumber pendapatan tambahan.

Sebanyak 57,34 persen responden dari berbagai kelompok masyarakat disebut terpaksa memangkas konsumsi non-esensial. Penghematan tersebut berada di kisaran Rp50.000 sampai Rp1.000.000 per bulan.

Selain mengurangi konsumsi, sebanyak 38,78 persen responden memilih menanam kebutuhan pokok di rumah. Cara tersebut disebut dapat membantu menghemat pengeluaran sekitar Rp80.000 sampai Rp500.000 per bulan.

Temuan lainnya menunjukkan masyarakat juga mencari cara untuk meningkatkan pendapatan. Sebanyak 56,79 persen responden memilih mengambil pekerjaan sampingan atau membuka usaha baru dengan tambahan pemasukan sekitar Rp50.000 sampai Rp2.500.000 per bulan.

Sementara itu, 17,73 persen responden mengembangkan produksi pangan secara mandiri. Bentuknya antara lain menghasilkan sayur, telur, dan susu yang disebut dapat memberikan tambahan nilai ekonomi sekitar Rp50.000 sampai Rp500.000 per bulan.

Beban Adaptasi Makin Besar

Atha mengatakan berbagai cara yang dilakukan masyarakat menunjukkan kemampuan rumah tangga untuk beradaptasi menghadapi tekanan kehidupan. Namun, kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa semakin banyak beban penyesuaian yang harus ditanggung masyarakat secara mandiri.

"Berbagai upaya ini menunjukkan daya lenting masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup, tetapi ini juga menunjukkan bahwa beban untuk beradaptasi dengan krisis semakin banyak ditanggung oleh rumah tangga," jelas Atha.

Greenpeace menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam melihat dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat. Persoalan lingkungan disebut memiliki keterkaitan dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.

Temuan mengenai pekerjaan sampingan tersebut menjadi salah satu bagian dari gambaran strategi masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi. Greenpeace mendorong agar persoalan tersebut turut menjadi pertimbangan dalam kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat dan penanganan krisis iklim.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE