3.618 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Potensi hingga 4 Pekan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 12.00 Wita, BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat sebanyak 3.618 gempa susulan. Aktivitas tersebut masih berlangsung meski intensitasnya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan mendatang. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah terjadinya gempa utama dengan kekuatan besar.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani juga memperkirakan aktivitas gempa susulan di Flores membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat pekan untuk sepenuhnya meluruh.
"Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan," kata Faisal di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (20/8).
Untuk memastikan perkembangan aktivitas seismik tetap terpantau, BMKG memperkuat sistem pemantauan di wilayah Flores. Saat ini terdapat empat unit pelaksana teknis (UPT) BMKG yang berada di Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, dan Larantuka.
Selain empat UPT tersebut, BMKG juga mengoperasikan pos pemantauan di Ende dan Bajawa. Sistem tersebut digunakan untuk mengamati aktivitas kegempaan yang masih terjadi setelah gempa utama.
BMKG turut memiliki dua sistem peringatan dini multibahaya atau multi-hazard early warning system (MHEWS) yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta, dan Denpasar, Bali. Kedua sistem tersebut didukung bangunan dengan teknologi seismic base isolation yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap guncangan gempa.
Faisal menjelaskan salah satu kekhawatiran masyarakat setelah gempa besar adalah kemungkinan terjadinya gempa dengan kekuatan serupa dalam beberapa hari atau pekan berikutnya. Namun, ia meminta masyarakat tidak panik karena karakteristik sesar yang memicu gempa utama tidak menunjukkan kemungkinan terjadinya pengulangan dalam waktu dekat.
Menurutnya, sesar naik busur belakang Flores membutuhkan waktu yang panjang untuk kembali mengakumulasi energi dalam jumlah besar. Proses tersebut bahkan dapat berlangsung hingga puluhan tahun sebelum berpotensi menghasilkan gempa dengan kekuatan seperti gempa utama.
"Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu, mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya," ujar Faisal.
Aktivitas Gempa Mulai Meluruh
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, aktivitas kegempaan di Flores telah memasuki fase peluruhan. BMKG menjelaskan bahwa jumlah maupun kekuatan gempa susulan pada umumnya akan berangsur menurun setelah gempa utama terjadi.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. Pemantauan akan terus dilakukan selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.
BMKG juga menyatakan belum memperkirakan adanya gempa susulan dalam waktu dekat yang berpotensi memicu tsunami berdasarkan hasil evaluasi terkini. Kondisi tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam pemantauan pascagempa M7,7 di Flores.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!