Lewis Hamilton Terpuruk di Musim Perdana Bersama Ferrari, Bos Tim Akui Salah Perhitungan

Lewis Hamilton Terpuruk di Musim Perdana Bersama Ferrari, Bos Tim Akui Salah Perhitungan
- (Dok. Bola).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perjalanan Lewis Hamilton bersama Ferrari tidak berjalan sesuai ekspektasi. Datang dengan status juara dunia tujuh kali dan transfer yang disebut "blockbuster" dari Mercedes, Hamilton justru melewati paruh pertama musim 2025 dengan performa yang jauh dari harapan. Dari 14 seri yang sudah digelar, sang pembalap Inggris belum sekalipun naik podium dan kini tertahan di peringkat enam klasemen sementara.

Kekecewaan Hamilton semakin terasa pada GP Hungaria sebelum jeda musim panas. Setelah hanya mampu start dari posisi ke-12, ia menyebut dirinya "useless" dan bahkan menyindir Ferrari seharusnya mengganti pembalap. Sementara itu, rekan setimnya, Charles Leclerc, justru mampu meraih pole position dan sudah mengoleksi lima podium musim ini.

Bos Ferrari, Frederic Vasseur, akhirnya angkat bicara mengenai situasi sulit ini. Kepada The Race, ia mengakui dirinya dan Hamilton telah "stupidly" atau secara bodoh meremehkan tantangan besar yang datang ketika Hamilton meninggalkan Mercedes.

"Lewis menghabiskan hampir dua dekade dalam lingkungan yang sama. McLaren ketika itu memakai mesin Mercedes, lalu ia pindah ke Mercedes yang berbasis di Inggris, dengan budaya kerja yang sudah ia kenal. Jadi dari 2006 sampai 2024, ia hidup di kultur yang sama. Ketika ke Ferrari, kami terlalu naif mengira semuanya akan langsung berjalan mulus," ujar Vasseur.

Meski Hamilton sempat mencatat momen positif, seperti meraih pole dan kemenangan di sesi Sprint GP China, secara keseluruhan ia masih kesulitan menguasai mobil SF-25. Perbedaan budaya kerja antara Ferrari dan Mercedes diyakini menjadi salah satu penghalang besar dalam adaptasi.

Vasseur juga membandingkan situasi Hamilton dengan Carlos Sainz, pembalap yang digantikan Hamilton di Ferrari dan kini memperkuat Williams. "Carlos sudah pindah tim berkali-kali, dari Toro Rosso, Renault, McLaren, lalu ke Ferrari, dan sekarang Williams. Ia terbiasa dengan transisi. Sedangkan Lewis tidak. Itulah sebabnya proses adaptasi ini jauh lebih berat baginya," lanjut sang bos tim.

Hamilton sendiri mengakui transisi ini sulit. Bahkan di GP Belgia ia menyebut sudah mengirimkan sejumlah dokumen dan melakukan pertemuan dengan petinggi Ferrari untuk mempersiapkan musim 2026 agar lebih kompetitif.

Kini, dengan musim yang masih menyisakan 10 balapan, pertanyaan besar muncul: apakah Hamilton bisa bangkit dan membuktikan dirinya di Ferrari? Atau justru musim debutnya di Maranello akan menjadi salah satu periode paling sulit sepanjang karier legendarisnya di Formula 1?

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE