Film Indonesia Tembus Pasar Internasional Lewat Streaming, Fajar Bustomi Ungkap Rahasianya!

Film Indonesia Tembus Pasar Internasional Lewat Streaming, Fajar Bustomi Ungkap Rahasianya!
- (Dok. Antara).

JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, sadar nggak sih kalau sekarang nonton film keren buatan anak bangsa nggak harus selalu pergi ke bioskop atau nungguin jadwal tayang di TV? Perkembangan teknologi digital bener-bener ngerubah cara kita menikmati hiburan, dan ini jadi kabar super baik buat para sineas lokal kita. Belakangan ini, film-film Indonesia makin sering wara-wiri dan jadi obrolan hangat bahkan sampai ke luar negeri. Ternyata, rahasia di balik makin terkenalnya karya lokal kita itu ada pada kekuatan platform streaming yang sekarang lagi menjamur banget. Nggak cuma sekadar tempat nonton, layanan digital ini udah dianggap jadi "gerbang sakti" yang ngebuka jalan buat film Indonesia buat pamer kualitas di mata dunia tanpa perlu ribet urusan birokrasi distribusi fisik yang mahal.

Sutradara kondang yang udah sukses banget lewat karya-karyanya seperti Dilan 1990 dan Dilan 1991, Fajar Bustomi, melihat fenomena ini sebagai peluang emas yang nggak boleh disia-siakan. Menurut dia, kehadiran layanan streaming itu bener-bener memangkas jarak. Kalau dulu orang di luar negeri susah banget mau nonton film kita karena keterbatasan layar bioskop di sana, sekarang situasinya udah beda total. Cuma modal koneksi internet dan gadget di genggaman, film buatan tangan kreatif orang Indonesia bisa langsung dinikmati siapa aja, kapan aja, dan di mana aja. Kebebasan akses inilah yang bikin film kita nggak lagi jago kandang, tapi mulai punya fans dari berbagai negara lain yang mungkin sebelumnya nggak pernah tahu perkembangan perfilman Indonesia.

Fajar Bustomi menjelaskan kalau platform digital ini memberikan kemudahan luar biasa bagi para kreator. "Memudahkan untuk mempertontonkan karya Indonesia untuk mereka yang di luar Indonesia bisa menonton secara online atau streaming," kata Fajar dilansir dari Antara, Jumat.

Pernyataan ini mempertegas kalau hambatan geografis udah bukan lagi masalah besar buat industri kreatif kita. Selain jadi jembatan ke luar negeri, platform streaming juga punya fungsi keren sebagai "perpustakaan digital". Film-film lama yang mungkin udah bertahun-tahun turun dari layar bioskop dan hampir dilupakan, sekarang bisa hidup lagi. Gen, kamu bisa nonton ulang film legendaris atau film yang sempat kelewat ditonton dengan kualitas yang tetap oke. Ini otomatis ngasih nafas baru buat karya lama biar tetap bisa dinikmati sama generasi sekarang.

Semangat para produser dan kru film juga makin terbakar karena jangkauan penonton yang makin luas ini. Logikanya simpel banget, semakin banyak yang nonton, semakin besar juga potensi film lokal buat terus diproduksi dengan kualitas yang makin naik kelas. Apalagi Indonesia punya jumlah penduduk yang masuk jajaran paling banyak di dunia. Fakta ini bikin negara kita jadi pasar yang sangat seksi buat para penyedia layanan streaming. Mereka pasti bakal butuh lebih banyak konten lokal buat memuaskan selera penonton kita yang jumlahnya jutaan ini.

Fajar juga ngasih catatan penting soal perubahan gaya hidup kita sekarang. Menurutnya, era nonton di televisi konvensional pelan-pelan mulai ditinggalkan sama anak muda. "Artinya jadi pasar besar untuk platform streaming, dan akan banyak permintaan film-film lokalnya. Zaman sekarang budaya TV sudah banyak ditinggalkan, lebih ke mobile, smart phone kalau menonton," kata Fajar menambahkan. Pergeseran ini ngebuktikan kalau masa depan film Indonesia emang ada di layar smartphone dan perangkat pintar lainnya. Dengan kemudahan ini, nggak menutup kemungkinan kalau ke depannya bakal makin banyak film kita yang jadi trending topic dunia. Jadi, jangan lupa terus dukung karya lokal dengan nonton di platform yang legal ya, Gen.

Apakah kamu setuju kalau film Indonesia sekarang kualitasnya makin oke di platform streaming? Kita bahas di kolom komentar yuk.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE