Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini Tinggi Letusan Tembus 600 Meter, Aktivitas Warga Dibatasi

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini Tinggi Letusan Tembus 600 Meter, Aktivitas Warga Dibatasi
- (Dok. Antara).

JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, aktivitas vulkanik di Jawa Timur kembali meningkat. Gunung Semeru, yang berada di wilayah perbatasan Lumajang dan Malang, mengeluarkan erupsi beruntun pada Rabu pagi. Letusan tersebut muncul tiga kali dalam rentang waktu kurang dari dua jam, dengan kolom abu mencapai ratusan meter dari puncak. Kondisi ini langsung menjadi perhatian banyak pihak, mengingat Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan sering menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif.

Laporan yang diterima dari Pos Pengamatan Gunung Semeru menyebutkan erupsi pertama terjadi sekitar pukul 04.10 WIB. Menurut petugas pengamatan, Mukdas Sofian, kolom abu terlihat menjulang sekitar 500 meter dari puncak atau berada di ketinggian 4.176 mdpl. Warna abu terpantau putih kecokelatan dengan arah sebaran mengarah ke barat daya. Aktivitas ini juga terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik.

Belum satu jam berlalu, Semeru kembali mengeluarkan letusan kedua pada pukul 05.09 WIB. Kali ini kolom abu lebih tinggi, sekitar 600 meter dari puncak. Warna abunya masih sama, putih hingga kelabu, namun pergerakan sebarannya bergeser ke arah tenggara. Durasi erupsi juga terbilang cukup panjang, yakni 150 detik dengan amplitudo yang sama seperti sebelumnya.

Letusan ketiga muncul menjelang pukul 06.05 WIB. Tingginya kembali mencapai 600 meter atau berada di kisaran 4.276 mdpl. Kolom abu bergerak ke arah tenggara hingga selatan dengan intensitas tebal. Aktivitas ini juga terekam pada peralatan seismik dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 137 detik.

Mukdas menjelaskan bahwa status Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah larangan dan pembatasan aktivitas kepada warga demi menghindari potensi bahaya yang mungkin muncul. Masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara, khususnya jalur Besuk Kobokan, hingga radius delapan kilometer dari puncak gunung. Di luar jarak itu, warga tetap tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai, mengingat wilayah tersebut rawan terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Dalam keterangannya, Mukdas juga menegaskan, "Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar."

Selain itu, masyarakat perlu ekstra waspada terhadap potensi guguran lava, awan panas, maupun lahar hujan yang dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu langsung di puncak Semeru. Beberapa jalur yang perlu diperhatikan antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari kawasan tersebut.

Gen, buat kamu yang tinggal di Lumajang, Malang, atau sering beraktivitas di sekitar kawasan Semeru, pastikan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan petugas setempat. Aktivitas gunung api bisa berubah cepat, jadi tetap waspada dan prioritaskan keselamatan.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE