Dulu Dibantai Indonesia, Kini Curacao Lebih Dulu Tembus Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Dulu Dibantai Indonesia, Kini Curacao Lebih Dulu Tembus Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Timnas Curacao mencatat sejarah besar setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya.

Kepastian itu datang usai mereka menahan imbang Jamaika 0-0 di Independence Park, Kingston, dalam laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF pada Rabu (19/11/2025).

Datang sebagai tim tamu dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci tiket otomatis, skuad asuhan Dick Advocaat tampil disiplin sejak menit awal. Pertahanan rapat yang mereka tunjukkan membuat Jamaika tak mampu mencari celah hingga pertandingan berakhir.

Keberhasilan Curacao ini menempatkan mereka sebagai satu dari tiga wakil CONCACAF yang berhak tampil di Piala Dunia 2026, bersama Panama dan Haiti. Pencapaian tersebut terasa luar biasa bagi negara kecil dengan populasi sekitar 156 ribu jiwa itu. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Curacao berubah dari tim yang pernah dibungkam Indonesia dua kali pada laga persahabatan tahun 2022, menjadi tim debutan yang siap tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

Kebangkitan Curacao sebenarnya mulai terlihat sejak Dick Advocaat memegang kendali pada 2024. Performa mereka semakin stabil, terutama selama babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF. Dari enam laga yang dimainkan, mereka mengumpulkan 12 poin hasil tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Konsistensi itu menjadi kunci utama keberhasilan mereka melaju ke putaran final.

Sementara itu, perjalanan Indonesia menuju Piala Dunia berakhir lebih cepat. Skuad Garuda sempat melangkah ke babak keempat Kualifikasi Zona Asia dan berada di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Namun dua kekalahan dari kedua tim tersebut membuat langkah Indonesia terhenti. Situasi ini membuat kontras cerita kedua tim yang sempat saling berhadapan tiga tahun lalu.

Salah satu faktor yang ikut mendorong kemajuan Curacao adalah kehadiran deretan pemain diaspora. Seperti halnya Indonesia, Curacao banyak mengandalkan pemain keturunan yang berkarier di Eropa, khususnya Belanda. Nama-nama seperti Sherel Floranus, Juninho Bacuna, Leandro Bacuna, hingga Tahith Chong memberikan pengaruh besar dalam permainan mereka. Kualitas para pemain itu membuat Curacao tampil lebih percaya diri dan efektif menghadapi lawan-lawan kuat di babak kualifikasi.

Kini, Curacao berdiri di panggung dunia, menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bolanya. Sebuah perjalanan yang dimulai dari keterpurukan, berkembang dengan proses panjang, dan berakhir di Piala Dunia 2026 sebagai tim debutan yang siap membuat kejutan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE