Kenapa Supermarket Sering Menaruh Barang Kebutuhan Pokok di Bagian Belakang?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah masuk supermarket hanya ingin membeli air mineral atau telur, tetapi akhirnya keluar membawa camilan, minuman, atau barang lain yang sebenarnya tidak ada di daftar belanja?
Hal tersebut bisa terjadi karena tata letak supermarket biasanya dirancang dengan sangat terencana. Posisi rak, lorong, kasir, hingga barang yang ditempatkan di dekat pintu masuk dapat memengaruhi bagaimana pelanggan bergerak di dalam toko.
Barang Penting Sering Berada Jauh dari Pintu Masuk
Di banyak supermarket, barang kebutuhan sehari-hari seperti susu, telur, daging, atau bahan makanan tertentu sering ditempatkan di area yang lebih jauh dari pintu masuk.
Salah satu alasannya adalah agar pelanggan melewati lebih banyak bagian toko untuk mencapai barang tersebut.
Ketika berjalan melewati berbagai lorong, pelanggan memiliki lebih banyak kesempatan melihat produk lain.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua supermarket menggunakan pola yang sama. Tata letak dapat berbeda tergantung ukuran toko dan strategi masing-masing.
Lorong Membuat Kita Melihat Lebih Banyak Produk
Ketika harus berjalan melewati beberapa lorong, kita akan melihat berbagai barang di sepanjang perjalanan.
Mungkin awalnya hanya ingin membeli pasta gigi, tetapi di perjalanan melihat minuman yang sedang diskon.
Kemudian menemukan camilan favorit.
Setelah itu melihat produk baru yang belum pernah dicoba.
Semakin banyak produk yang terlihat, semakin banyak pula kesempatan munculnya pembelian yang tidak direncanakan.
Produk yang Menguntungkan Bisa Ditempatkan di Area Strategis
Tidak semua produk mendapatkan posisi yang sama di rak.
Produk tertentu bisa ditempatkan pada area yang lebih mudah terlihat, terutama produk yang sedang dipromosikan atau memiliki nilai komersial tertentu.
Lokasi rak menjadi bagian dari strategi penjualan.
Bahkan posisi produk di dalam satu rak bisa diperhitungkan berdasarkan seberapa mudah produk tersebut terlihat oleh pelanggan.
Rak Sejajar Membuat Kita Bergerak Mengikuti Jalur
Susunan lorong juga membuat pelanggan secara alami bergerak dari satu bagian ke bagian lainnya.
Ketika melihat rak di kanan dan kiri, perhatian kita dapat berpindah dari satu produk ke produk lain.
Supermarket kemudian menjadi seperti jalur yang membawa pelanggan melewati berbagai kategori barang.
Semakin lama seseorang berada di dalam toko, semakin banyak produk yang berpotensi menarik perhatiannya.
Barang yang Sering Dibeli Bisa Menjadi "Tujuan"
Kebutuhan pokok sering menjadi alasan seseorang datang ke supermarket.
Misalnya, seseorang masuk hanya untuk membeli susu.
Karena susu berada di bagian belakang, pelanggan harus melewati area lain terlebih dahulu.
Setelah mendapatkan barang utama, pelanggan kemudian kembali melewati area yang sama menuju kasir.
Dalam perjalanan tersebut, berbagai produk lain kembali terlihat.
Kenapa Kasir Penuh dengan Barang Kecil?
Coba perhatikan area kasir.
Biasanya terdapat berbagai produk berukuran kecil seperti permen, cokelat, minuman, baterai, atau barang lain yang mudah diambil.
Area tersebut sangat strategis karena pelanggan sudah selesai berbelanja dan sedang menunggu pembayaran.
Produk yang relatif murah dan mudah ditambahkan ke keranjang dapat menarik pembelian spontan.
Belanja di Supermarket Bukan Sekadar Mencari Barang
Tata letak toko dirancang agar perjalanan pelanggan terasa nyaman sekaligus membuat berbagai produk mudah ditemukan.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, setiap lorong, rak, dan area promosi dapat memiliki tujuan bisnis tertentu.
Itulah mengapa seseorang bisa masuk supermarket hanya untuk membeli satu atau dua barang, tetapi tiba-tiba keluar dengan kantong yang jauh lebih penuh.
Bukan berarti semua keputusan belanja sudah diatur oleh toko.
Tetapi ketika kita berjalan melewati puluhan rak dan melihat ratusan produk, kemungkinan menemukan sesuatu yang menarik perhatian tentu menjadi jauh lebih besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!