Polemik Halftime Show Final Piala Dunia 2026, FIFA Dikabarkan Pangkas Waktu Jeda

Polemik Halftime Show Final Piala Dunia 2026, FIFA Dikabarkan Pangkas Waktu Jeda
- (Dok. Marca).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rencana FIFA menggelar Halftime Show pada final Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan. Pertunjukan musik yang akan digelar di sela laga Spanyol kontra Argentina itu memicu perdebatan karena sempat disebut membuat jeda pertandingan diperpanjang hingga sekitar 30 menit, jauh lebih lama dari aturan yang berlaku.

Final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium akan menjadi yang pertama dalam sejarah yang menghadirkan konser pada waktu turun minum. Sejumlah musisi dunia seperti Justin Bieber, Madonna, Shakira, BTS, dan Burna Boy dijadwalkan tampil dalam pertunjukan yang dikurasi vokalis Coldplay, Chris Martin.

Rencana tersebut menuai kritik karena Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB) menyebut waktu istirahat antarbabak maksimal berlangsung selama 15 menit, kecuali ada perubahan yang disetujui wasit.

Awalnya, jeda pertandingan diperkirakan berlangsung selama 25 hingga 30 menit. Selain waktu pertunjukan yang diproyeksikan sekitar 11 menit, panitia juga membutuhkan waktu tambahan untuk memasang dan membongkar panggung di lapangan.

Sejumlah pengamat menilai jeda yang terlalu lama berpotensi memengaruhi ritme pertandingan. Mereka juga mempertanyakan apakah keputusan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku dan sejauh mana kewenangan wasit dalam menyetujui perubahan durasi turun minum.

Dosen senior fisiologi olahraga di Manchester Metropolitan University, Dr. Liam Harper, mengatakan waktu istirahat selama 15 menit sebenarnya sudah cukup bagi pemain untuk memulihkan tenaga sekaligus menjaga kondisi fisik.

Menurutnya, suhu otot yang tetap tinggi membantu pemain menghasilkan tenaga dan kekuatan yang optimal. Jeda yang terlalu panjang berpotensi membuat suhu otot turun lebih jauh sehingga dapat memengaruhi performa saat babak kedua dimulai.

Meski demikian, Harper menilai tambahan waktu istirahat juga memiliki sisi positif. Pemain memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengisi kembali energi dan cairan tubuh, terutama pada pertandingan yang diperkirakan berlangsung dalam suhu sekitar 30 derajat Celsius.

Ia menyarankan agar FIFA memberikan waktu dua hingga empat menit bagi para pemain untuk melakukan pemanasan ulang sebelum babak kedua dimulai. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengembalikan performa fisik setelah jeda yang lebih lama.

Di tengah polemik tersebut, Marca melaporkan FIFA dikabarkan telah merevisi rencana awal. Durasi jeda pertandingan disebut dipangkas menjadi sekitar 17 menit, terdiri dari pertunjukan musik selama 11 menit dan enam menit untuk proses pemasangan serta pembongkaran panggung.

Jika kabar tersebut benar, durasi turun minum tetap lebih panjang dari ketentuan IFAB, tetapi jauh lebih singkat dibandingkan rencana awal yang mencapai sekitar 30 menit.

Sebelumnya, FIFA juga sempat menggelar pertunjukan saat jeda final Piala Dunia Antarklub di stadion yang sama. Ketika itu, total waktu istirahat mencapai sekitar 24 menit.

Selain Halftime Show, FIFA juga menyiapkan seremoni penutupan bertabur bintang sebelum kick-off final. Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, IShowSpeed, Tom Cruise, hingga Jennifer Hudson dijadwalkan ambil bagian untuk memeriahkan partai puncak Piala Dunia 2026.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE