Kunjungan Mengejutkan CEO Nvidia ke Beijing di Tengah Ketegangan Dagang AS-Tiongkok

Kunjungan Mengejutkan CEO Nvidia ke Beijing di Tengah Ketegangan Dagang AS-Tiongkok
- (Dok. Bloomberg).

JAKARTA, GENVOICE.ID - CEO Nvidia, Jensen Huang, melakukan kunjungan mendadak ke Beijing pada Kamis lalu, beberapa hari setelah pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pembatasan ekspor baru terhadap chip kecerdasan buatan (AI) ke Tiongkok. Kunjungan ini menarik perhatian luas, mengingat Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang terdampak langsung oleh kebijakan terbaru Washington dalam upayanya membatasi kemajuan teknologi Tiongkok.

Huang tiba di Beijing atas undangan sebuah organisasi perdagangan, menurut laporan dari akun media sosial yang berafiliasi dengan media pemerintah Tiongkok. Dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Tiongkok untuk Promosi Perdagangan Internasional, Ren Hongbin, Huang menyatakan keinginannya untuk melanjutkan kerja sama dengan Tiongkok.

Media China Daily juga melaporkan kunjungan tersebut dan menyebut bahwa ini adalah lanjutan dari komitmen kerja sama yang sebelumnya telah disampaikan Huang dalam lawatannya tiga bulan lalu.

Kunjungan ini terjadi di tengah dampak pembatasan ekspor terbaru dari pemerintah AS terhadap chip Nvidia jenis H20, versi chip pusat data yang dirancang untuk mematuhi batasan ekspor sebelumnya. Pemerintah AS menyatakan bahwa pembatasan ini bertujuan mencegah penggunaan chip dalam superkomputer di Tiongkok. Nvidia memperkirakan pembatasan tersebut akan berdampak pada pendapatan perusahaan hingga sebesar 5,5 miliar dolar AS.

Selain itu, Huang dilaporkan bertemu dengan pendiri perusahaan AI Tiongkok, DeepSeek, Liang Wenfeng, untuk membahas rancangan chip baru yang tidak terkena pembatasan ekspor. DeepSeek sempat menghebohkan dunia teknologi pada Januari lalu dengan peluncuran chatbot AI canggih yang dikembangkan dengan investasi relatif rendah.

Dewan Perwakilan Rakyat AS, melalui Komite Urusan Tiongkok, telah mengirim surat kepada Nvidia untuk meminta klarifikasi apakah DeepSeek pernah menggunakan chip ekspor-kontrol dari Nvidia, dan jika demikian, bagaimana cara memperolehnya. Komite tersebut menyebut bahwa teknologi DeepSeek berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Sementara itu, saham Nvidia mengalami penurunan sekitar 7 persen setelah pengumuman pembatasan ekspor. Situasi ini menjadi bagian dari tekanan lebih luas terhadap industri teknologi akibat kebijakan tarif dan pembatasan ekspor yang diterapkan AS terhadap Tiongkok dan negara lain.

Terlepas dari tekanan tersebut, Nvidia menyatakan akan tetap mengembangkan teknologi AI secara global, sambil memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Jensen Huang sendiri menegaskan bahwa kemajuan AI tidak akan berhenti, dan perusahaannya siap untuk beradaptasi dengan dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.

Kunjungan Huang juga mencuri perhatian publik di media sosial Tiongkok dan Taiwan, mengingat statusnya sebagai figur publik populer. Di beberapa kesempatan sebelumnya, ia bahkan disambut oleh kerumunan penggemar di Taiwan.

Konteks kunjungan ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tensi dagang antara AS dan Tiongkok, serta kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump terhadap sektor semikonduktor dan berbagai produk impor. Pemerintah Jepang, yang juga terlibat dalam negosiasi dengan AS, menyebut bahwa pembicaraan dengan Trump akan menjadi proses yang tidak mudah, namun mendapat prioritas tinggi dari kedua pihak.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE