Bukan cuma orang tua, anak muda juga bisa mengalami nyeri sendi. Makanya penting banget buat tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak awal.
Gen, nyeri sendi adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di area pertemuan antar tulang yang fungsinya vital buat gerak tubuh. Jadi kalau sendi bermasalah, aktivitas sederhana seperti jalan, duduk, atau angkat barang pun bisa terasa berat.
Penyebab Nyeri Sendi yang Paling Umum
Dilansir dari laman Mitra Keluarga, berikut adalah beberapa penyebab paling umum nyeri sendi.
1. Cedera
Cedera jadi penyebab paling umum, terutama karena aktivitas fisik berlebihan atau benturan. Contohnya cedera ligamen lutut (ACL) yang sering dialami saat olahraga.
2. Infeksi Virus
Beberapa virus seperti hepatitis C, demam berdarah, chikungunya, atau rubella bisa memicu nyeri di seluruh sendi tubuh.
3. Penyakit Lupus
Gen, lupus adalah penyakit autoimun yang bikin sistem imun menyerang jaringan sehat. Salah satu gejala awalnya adalah nyeri sendi.
4. Radang Sendi (Arthritis)
Ini termasuk penyebab paling sering. Jenisnya ada beberapa, seperti osteoartritis, rheumatoid arthritis, encok, hingga radang sendi karena infeksi.
5. Trigger Finger
Kalau jari terasa kaku atau seperti "terkunci", bisa jadi ini penyebabnya. Biasanya muncul karena peradangan di area tendon jari.
6. Faktor Lain
Selain itu, nyeri sendi juga bisa dipicu oleh:
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gen, meskipun bisa dialami siapa saja, ada beberapa kondisi yang bikin risiko nyeri sendi lebih tinggi:
-
Pernah cedera sendi
-
Gangguan sistem imun
-
Usia yang makin bertambah
-
Pekerjaan atau aktivitas yang membebani sendi
-
Obesitas
-
Gaya hidup kurang sehat (merokok, alkohol)
Bahkan, menurut dokter spesialis, anak muda juga bisa kena, terutama karena cedera atau penggunaan sendi berlebihan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gen, jangan abaikan kalau mulai muncul tanda-tanda ini:
-
Sendi terasa kaku atau hangat
-
Bengkak dan kemerahan
-
Nyeri saat disentuh
-
Gerakan terbatas
-
Bunyi "klik" saat digerakkan
-
Kesulitan menekuk atau meluruskan sendi
Kalau sudah parah, bisa sampai mengganggu cara berjalan atau aktivitas harian.
Nyeri sendi memang bisa muncul tiba-tiba, tapi bukan berarti boleh diabaikan. Semakin cepat dikenali penyebabnya, semakin mudah juga penanganannya. Mulai dari menjaga aktivitas, menghindari cedera, sampai konsultasi ke tenaga medis kalau gejala makin sering muncul.
Jadi Gen, kalau sendi mulai sering ngasih kode berupa nyeri atau kaku, jangan ditahan. Lebih baik dicek lebih awal biar nggak berujung gangguan serius di kemudian hari.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!