Lewat 'Win or Lose', Pixar Kembali Hadirkan Keajaiban Animasi dengan Sentuhan Realitas yang Menggugah

M
M Ihsan
Penulis
Entertainment
Lewat 'Win or Lose', Pixar Kembali Hadirkan Keajaiban Animasi dengan Sentuhan Realitas yang Menggugah
- (Dok. Disney/Pixar).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Disney mungkin terkenal dengan koleksi penjahat ikonik dan pahlawan legendarisnya, tetapi hal itu justru minim ditemukan dalam serial terbaru mereka, "Win or Lose" yang menantang penonton untuk melihat bagaimana kategori-kategori seperti pahlawan dan penjahat bisa berubah tergantung dari sudut pandang yang diambil.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, jika dilihat dari segi animasi, Pixar kembali menunjukkan kepiawaiannya dengan visual yang memukau, penuh cahaya dan tekstur yang begitu nyata. Karakter-karakternya terasa unik namun tetap relatable, dengan cerita yang ditata cerdas, memberikan bobot emosional pada dunia yang diciptakan. Bisa dibilang ini adalah karya yang hampir sempurna, jika bukan karena satu keputusan kontroversial yang mengurangi makna kemenangannya.

"Win or Lose" terdiri dari delapan episode, masing-masing berfokus pada karakter berbeda dalam tim softball remaja Pickles, selama seminggu menjelang pertandingan besar. Kreator Carrie Hobson dan Michael Yates mengambil pendekatan unik dengan tidak hanya menampilkan kejadian yang dialami setiap karakter, tetapi juga menggambarkan bagaimana perasaan subjektif mereka. Misalnya, ketidakpercayaan diri Laurie (Rosie Foss) digambarkan sebagai sosok abu-abu yang terus membebani dirinya, sementara imajinasi Ira (Dorien Watson) tampil dalam bentuk sketsa kartun ala anak-anak.

Pendekatan naratifnya menyerupai puzzle, di mana tokoh minor dalam satu episode bisa menjadi pusat cerita di episode berikutnya. Setiap detail, dari barang-barang kecil hingga dialog, memiliki keterkaitan yang semakin membangun momentum hingga klimaks di pertandingan final.

iklan gulaku

Namun, ada satu aspek yang mencederai pesan empati yang coba diusung serial ini. Disney memutuskan untuk menghapus alur cerita tentang Kai (Chanel Stewart), seorang pemain transgender dalam tim. Karakter ini tetap ada dalam cerita, tetapi diubah menjadi cisgender, meskipun banyak staf Pixar yang menentang keputusan tersebut. Kritikus tidak menerima episode yang berpusat pada Kai, sehingga tidak dapat dipastikan bagaimana perubahan ini berdampak pada narasi. Yang jelas, empati terhadap anak transgender dan mereka yang melihat diri mereka dalam karakter ini seharusnya menjadi bagian dari pesan inklusivitas yang diusung.

"Win or Lose" tetaplah karya yang cerdas, menyenangkan, dan menyentuh. Namun, keputusan Disney untuk menghapus bagian dari cerita ini bertentangan dengan semangat keterbukaan dan rasa ingin tahu yang seharusnya menjadi inti dari serial ini.

 

  • Tag:
  • Film
  • pixar
  • disney

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi