Demo Anarkis di Jawa Timur Bikin Rugi Rp256 Miliar, Kapolda Angkat Bicara!

Demo Anarkis di Jawa Timur Bikin Rugi Rp256 Miliar, Kapolda Angkat Bicara!
- (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, angka kerugian dari demo anarkis yang sempat mengguncang Jawa Timur ternyata bikin geleng-geleng kepala. Bayangin aja, total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp256 miliar! Angka segede itu seharusnya bisa dipakai untuk bangun fasilitas umum, pendidikan, atau pelayanan masyarakat, tapi malah hangus gara-gara aksi brutal di jalanan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, mengungkapkan kerugian tersebut berasal dari 10 kota di wilayah hukum Polda Jatim. Dari jumlah itu, kerugian Polri sendiri mencapai Rp42 miliar, sementara pemerintah daerah harus menanggung beban lebih besar, yakni sekitar Rp214 miliar.

Nggak cuma soal kerugian materi, demo anarkis ini juga memakan korban cukup banyak. Dari masyarakat umum, tercatat ada 111 orang yang harus mendapat perawatan, meski sebagian besar sudah bisa rawat jalan. Sementara dari aparat, jumlah korban mencapai 117 orang-105 di antaranya polisi, sisanya 12 anggota TNI. Luka mereka beragam, mulai dari terkena lemparan batu, bom molotov, serpihan kaca, sampai benda-benda berbahaya lainnya.

"Memang ada beberapa temuan menarik yaitu di Polresta Sidoarjo, Malang Kota, Jember, dan Kediri. Beberapa pelaku sudah berhasil kami amankan atas perbuatannya," kata Nanang dalam konferensi pers di Surabaya, diilansir dari ANTARA.

Kapolda juga menegaskan kalau pihaknya nggak akan tinggal diam. Jejak digital para provokator, katanya, sulit dihapus dan bakal jadi bukti buat menindak mereka yang ada di balik kericuhan. "Kami akan kejar sampai sejauh manapun karena jejak elektronik tidak bisa dihilangkan," tegas Nanang.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat supaya bijak pakai teknologi dan media sosial. Jangan gampang percaya isu yang belum tentu benar, apalagi sampai bikin ricuh. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur bukan cuma tugas aparat, tapi juga tanggung jawab semua pihak.

"Mari kita bergandengan tangan, menjaga keamanan, dan memikirkan dampak positif maupun negatif dari setiap tindakan. Apalagi ini menyangkut nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Kasus ini jadi pelajaran besar, Gen. Demo boleh, tapi kalau sudah anarkis, kerugiannya luar biasa dan yang rugi bukan cuma pemerintah atau aparat, tapi juga masyarakat sendiri.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE