Arsenal Bungkam Manchester United 1-0, Gol Riccardo Calafiori Jadi Penentu

Arsenal Bungkam Manchester United 1-0, Gol Riccardo Calafiori Jadi Penentu
- (Dok. Media Indonesia).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ruben Amorim memulai musim Premier League dengan langkah yang tidak ideal bersama Manchester United. Keputusan berani sang pelatih mempercayakan Altay Bayindir sebagai penjaga gawang utama justru berbalik menjadi bumerang. Kiper asal Turki itu gagal mengantisipasi sepak pojok Declan Rice pada menit ke-13, yang kemudian dimanfaatkan Riccardo Calafiori untuk mencetak gol pembuka sekaligus satu-satunya di Old Trafford.

Padahal, United sebenarnya tampil jauh lebih baik dibanding musim lalu. Amorim menurunkan dua dari tiga rekrutan barunya di lini serang, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, yang tampil energik sepanjang pertandingan. Cunha bahkan tercatat melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, namun seluruhnya digagalkan David Raya. Mbeumo pun hampir mencetak gol di babak kedua, tetapi usahanya ditepis dengan refleks luar biasa.

Meski kalah, publik Old Trafford memberikan tepuk tangan panjang setelah peluit akhir berbunyi. Mereka menyaksikan tim kesayangannya tampil agresif dengan 20 tembakan ke arah gawang - terbanyak melawan Arsenal sejak 2011. Bedanya, jika dulu United berpesta delapan gol, kali ini mereka pulang tanpa hasil.

Nama-nama lama seperti Casemiro dan Matthijs de Ligt juga ikut mendapat sorotan positif. Casemiro mendikte tempo lewat umpan-umpan panjangnya, sementara De Ligt tampil kokoh di jantung pertahanan. Patrick Dorgu di sisi kiri juga memikat dengan kecepatan dan visi bermainnya. Namun, satu kesalahan kecil di kotak penalti sudah cukup menghancurkan harapan mereka.

Bagi Arsenal, kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang adaptasi skuad baru. Publik menantikan debut Viktor Gyokeres, striker 27 tahun yang ditebus seharga £64 juta dari Sporting. Mikel Arteta mencoba menerapkan gaya lebih langsung untuk memaksimalkan kekuatan fisik dan pergerakan Gyokeres. Sayangnya, sang penyerang terlihat belum berada di kondisi terbaik. Ia beberapa kali berada di posisi menjanjikan, tetapi gagal mengonversi peluang. Pada menit ke-60, Gyokeres ditarik keluar dan digantikan Kai Havertz, sambil diiringi sorakan dari fans tuan rumah.

Meski lini belakang Arsenal sempat goyah akibat pressing United, mereka tetap berhasil mempertahankan keunggulan. Calafiori, yang lebih dikenal lewat keberanian menusuk ke tengah, kali ini tampil sebagai pahlawan berkat gol jarak dekatnya.

Bagi Arteta, start ini memberi kelegaan sekaligus pekerjaan rumah. Arsenal meraih lima kemenangan dalam enam pertemuan terakhir melawan United, tetapi performa masih perlu dipoles agar ambisi meraih gelar musim ini bisa terwujud.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE