Partai Gerindra Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo Subianto soal ‘Orang Desa Tidak Pakai Dolar’
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang disebut "tidak pakai dolar" menuai perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi polemik tersebut, juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menilai ucapan Prabowo dipahami secara terpotong sehingga memunculkan interpretasi yang keliru.
Bahtra mengatakan pesan yang disampaikan Presiden sebenarnya bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tidak panik menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya, pidato tersebut harus dilihat secara utuh, bukan hanya dari satu potongan kalimat yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan Prabowo memahami kondisi ekonomi global, termasuk tekanan terhadap mata uang negara berkembang akibat perang dagang dan situasi geopolitik internasional. Namun sebagai kepala negara, Prabowo disebut ingin menjaga optimisme publik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bahtra menjelaskan pernyataan tentang masyarakat desa tidak menggunakan dolar merupakan bentuk komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah masih ditopang oleh aktivitas domestik, seperti produksi dan konsumsi dalam negeri.
Menurutnya, sektor riil masyarakat tetap bergerak meski terjadi tekanan nilai tukar. Ia menilai daya tahan ekonomi Indonesia berasal dari kekuatan pasar domestik yang besar dan aktivitas ekonomi lokal yang terus berjalan.
Selain itu, Bahtra menyebut pemerintahan Prabowo tengah fokus menjalankan agenda kemandirian ekonomi nasional. Beberapa program yang disebut menjadi prioritas di antaranya hilirisasi industri, swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, industrialisasi nasional, hingga pengembangan koperasi desa Merah Putih.
Ia mengatakan arah kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Karena itu, menurut Bahtra, inti pesan Prabowo adalah membangun kepercayaan terhadap kemampuan ekonomi nasional.
Bahtra juga menilai narasi pesimisme yang terus berkembang terkait kondisi ekonomi justru dapat memengaruhi psikologi masyarakat dan pasar. Ia mengajak publik untuk melihat situasi secara lebih objektif dan tidak mudah terpancing oleh potongan pernyataan yang dianggap keluar dari konteks.
Sebelumnya, Prabowo berbicara mengenai pelemahan rupiah terhadap dolar AS saat meresmikan lebih dari seribu koperasi desa Merah Putih. Dalam pidatonya, ia mengatakan masyarakat desa tidak perlu terlalu khawatir terhadap kurs dolar karena kehidupan ekonomi di desa tidak secara langsung menggunakan mata uang tersebut.
Pernyataan itu kemudian ramai dibahas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari publik maupun politisi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!