Marcus Rashford ke Arsenal? Transfer yang Cocok Tapi Penuh Risiko!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Masa depan Marcus Rashford kembali jadi bahan pembicaraan panas di bursa transfer. Setelah menjalani masa peminjaman bersama Barcelona, penyerang asal Inggris itu kini disebut berpeluang kembali ke Premier League. Salah satu klub yang mulai dikaitkan dengannya adalah Arsenal.
Rumor tersebut langsung memancing banyak reaksi karena Rashford dianggap punya gaya bermain yang cocok dengan kebutuhan The Gunners saat ini. Namun di balik potensi transfer yang terdengar menarik itu, masih ada keraguan besar soal konsistensi sang pemain.
Legenda Arsenal, Lee Dixon, jadi salah satu sosok yang ikut membahas peluang transfer tersebut. Menurutnya, Rashford memang memiliki kualitas yang bisa memberi dimensi baru untuk lini depan Arsenal. Kecepatan dan permainan agresifnya dinilai sangat pas dengan pola serangan cepat milik Mikel Arteta.
Meski begitu, Dixon tidak yakin Arsenal benar-benar akan mengambil langkah besar untuk memboyong pemain Manchester United tersebut pada musim panas nanti.
Situasi Rashford sendiri memang sedang tidak jelas. Setelah meninggalkan Old Trafford untuk sementara waktu dan menjalani masa peminjaman di Barcelona, masa depannya belum menemukan kepastian. Manchester United kabarnya juga sudah tidak memasukkan namanya dalam rencana utama tim musim depan.
Di sisi lain, Barcelona sebenarnya punya opsi untuk mempermanenkan Rashford dengan nilai transfer sekitar 26 juta Poundsterling. Namun klub asal Catalan itu disebut belum siap mengeluarkan dana sebesar itu.
Barcelona lebih tertarik memperpanjang masa peminjaman atau mencoba meminta harga lebih rendah. Proposal tersebut kabarnya langsung ditolak Manchester United, sehingga peluang Rashford kembali ke Inggris semakin terbuka.
Selain Arsenal, Tottenham Hotspur juga disebut ikut memantau perkembangan situasi pemain berusia 28 tahun itu. Meski begitu, Arsenal dianggap jadi klub yang paling cocok secara gaya bermain.
Menurut Dixon, Rashford punya atribut yang dibutuhkan Arteta di sisi kiri serangan. Kemampuannya menusuk ruang kosong dan bermain cepat dianggap bisa memberi variasi tambahan untuk lini depan Arsenal yang musim ini dinilai masih membutuhkan kedalaman skuad.
"Sebagai mantan pemain Manchester United, saya kurang suka kalau Marcus Rashford pindah ke Arsenal karena saya memang tidak terlalu menyukai United. Tapi sebagai pemain, saya selalu mengagumi Rashford," kata Dixon kepada BOYLE Sports.
Walaupun memuji kualitas Rashford, Dixon tetap melihat ada masalah besar yang membuat transfer ini terasa berisiko. Penurunan performa dalam beberapa musim terakhir dianggap jadi alasan utama mengapa Arsenal perlu berpikir matang sebelum merekrutnya.
Selama di Barcelona, Rashford juga disebut belum mampu mengamankan posisi inti secara konsisten. Hal itu membuat banyak pihak mulai mempertanyakan apakah dirinya masih bisa kembali ke level permainan terbaiknya.
"Memang performanya sempat menurun. Apa yang terjadi di akhir kariernya di Manchester United juga cukup disayangkan karena semuanya tidak berakhir dengan baik. Di Barcelona pun dia tidak benar-benar mendapat tempat tetap," tutur mantan bek Arsenal tersebut.
"Namun, kalau sedang dalam performa terbaiknya, dia sangat cocok dengan gaya bermain Arsenal. Rashford punya kecepatan dan bermain sangat direct ke depan. Tapi saya masih ragu apakah dia bisa konsisten dan benar-benar bisa dipercaya. Jadi menurut saya, Arsenal sebenarnya masih bisa mencari opsi yang lebih baik," tutupnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!