Intip Kompleksitas di Balik Instalasi Mencekam 'Ghost in the Cell' Film Terbaru Joko Anwar

Dari Cetakan Silikon 16 Hari hingga Akali Kostum Tubuh Hancur, Tim Kreatif Bongkar Detail Rumit Eksibisi Ghost in the Cell

Intip Kompleksitas di Balik Instalasi Mencekam 'Ghost in the Cell' Film Terbaru Joko Anwar
Macabre Art Installation: Ghost in the Cell. - (Dok. X @huyogo_simbolon).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Pameran seni mengerikan bertajuk Macabre Art Installation: Ghost in the Cell yang kini tengah berlangsung di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan, sukses mencuri perhatian publik.

Namun, di balik visualnya yang mencekam dan membuat bulu kuduk berdiri, tersimpan proses produksi yang sangat rumit dan melibatkan kerja keras lintas departemen, mulai dari desainer produksi, penata rias efek khusus (SFX), artis prostetik, hingga penata busana.

Eksibisi ini bertujuan membawa nasib tragis para karakter dari film horor-komedi terbaru sutradara kondang Joko Anwar langsung ke dunia nyata. Tim kreatif yang berada di balik layar mengakui bahwa mewujudkan replika tubuh yang tampak nyata bukanlah perkara mudah dan membutuhkan dedikasi yang tinggi.

Detail Rumit 16 Hari Pembuatan Tubuh Prostetik

M. Anwar, selaku Prosthetic Artist dalam proyek ini, mengungkapkan bahwa proses pembuatan satu replika tubuh karakter membutuhkan waktu minimal 16 hari.

Tahapannya sangat panjang, diawali dari life casting atau mencetak tubuh asli, membuat cetakan dasar, hingga fase modelling untuk menyempurnakan detail-detail kecil pada anatomi tubuh.

Setelah model awal rampung, tim harus melakukan pencetakan ulang untuk memasukkan material silikon, menata organ dalam tiruan, serta menyusun struktur tulang buatan sebelum akhirnya masuk ke tahap akhir pewarnaan kulit agar terlihat sangat mirip dengan aslinya.

Tantangan senada juga diakui oleh Production Designer Dennis Sutanto. Desain fisik instalasi ini sebenarnya berakar dari sketsa visual yang dibuat oleh enam ilustrator berdasarkan arahan langsung Joko Anwar.

Tugas tersulit bagi Dennis dan tim adalah mengubah gambar dua dimensi yang berpose ekstrem menjadi patung tiga dimensi yang tampak hidup dan kokoh secara struktur.

Akali Kostum Tubuh Hancur hingga Racikan Darah Buatan

Kesulitan tidak berhenti di bagian struktur tubuh. Departemen kostum yang dipimpin oleh Monika Paska juga harus memutar otak saat memakaikan busana pada tubuh prostetik.

Berbeda dengan manekin toko yang proporsional, replika karakter di pameran ini digambarkan dalam kondisi hancur, patah tulang, hingga bagian organ dalam yang mencuat keluar. Tim kostum harus mencari celah khusus agar pakaian tetap pas melekat tanpa merusak detail luka-luka mengerikan tersebut.

Sementara itu, Special Effect Make-up Artist Novie Ariyanti menyebutkan bahwa replika karakter 'Tokek' yang dimainkan oleh aktor Aming menjadi yang paling menantang. Hal ini dikarenakan adanya detail tato yang sangat padat dan rumit di seluruh bagian kepalanya.

Menariknya, Novie juga membocorkan rahasia di balik genangan darah segar yang terlihat sangat pekat di area pameran.

Alih-alih menggunakan bahan kimia berbahaya, efek darah tersebut ternyata merupakan racikan manual buatan sendiri yang dimasak menggunakan bahan-bahan dapur sederhana, yaitu campuran air, tepung maizena, dan pewarna makanan.

Bagi Anda yang penasaran ingin melihat langsung detail mengerikan nan artistik ini, pameran Macabre Art Installation: Ghost in the Cell masih akan dibuka untuk umum secara gratis hingga 22 Mei 2026. Eksibisi ini menempati Lantai 3 Nirmana Falatehan dan dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE