Berikut Adalah Hal yang Terjadi Jika Kamu Asal Ganti Minyak Rem! Bisa Bikin Jebol!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Banyak pemilik mobil tergoda untuk mengganti minyak rem dengan spesifikasi lebih tinggi demi mengejar performa. Namun, tahukah Anda bahwa langkah ini bisa berakibat fatal bagi sistem pengereman mobil?
Idealnya, penggantian minyak rem dilakukan setiap 20.000 km atau setiap 2 tahun sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Saat mengganti, sangat penting untuk menggunakan minyak rem sejenis dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Minyak rem memiliki spesifikasi yang ditandai dengan kode DOT (Department Of Transportation), seperti DOT 3, DOT 4, atau DOT 5.1. Kode ini biasanya tercantum jelas pada tutup tabung minyak rem di ruang mesin.
Semakin tinggi angka DOT, semakin tinggi juga titik didihnya, artinya lebih tahan terhadap suhu tinggi dan lebih mudah menyerap uap air dari udara. Karena itulah mobil-mobil balap atau performa tinggi biasanya menggunakan minyak rem berspesifikasi tinggi seperti DOT 5.
Namun, jangan asal naikkan spesifikasi DOT hanya demi mengejar performa. Mengisi sistem rem dengan minyak rem yang berbeda dari spesifikasi pabrikan bisa merusak seal atau sil karet di sistem rem. Akibatnya, sistem rem bisa bocor, tidak responsif, bahkan blong di tengah jalan,kondisi yang sangat membahayakan keselamatan.
Selain itu, mencampur dua jenis minyak rem dengan kandungan kimia berbeda, misalnya antara DOT 3 berbasis glikol dan DOT 5 berbasis silikon, bisa menyebabkan reaksi kimia yang merusak sistem rem secara permanen.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!