Kenapa Kita Bisa Bersin, Ini yang Terjadi di Dalam Tubuh Kita!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bersin merupakan respons alami yang hampir semua orang pernah alami. Terkadang hanya terjadi satu kali, tetapi dalam kondisi tertentu seseorang bisa bersin berkali-kali secara berurutan. Suara dan gerakannya memang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya bersin merupakan salah satu cara tubuh merespons sesuatu yang mengganggu saluran pernapasan.
Debu, serbuk sari, asap, atau partikel asing yang masuk ke hidung dapat memicu respons tersebut. Tubuh kemudian melakukan gerakan refleks untuk membantu mengeluarkan benda yang dianggap mengganggu.
Bersin Dimulai dari Hidung
Bagian dalam hidung memiliki jaringan yang cukup sensitif. Ketika partikel asing menyentuh atau mengiritasi jaringan tersebut, saraf di sekitar hidung dapat mengirimkan sinyal ke otak.
Otak kemudian mengoordinasikan sejumlah otot untuk menghasilkan refleks bersin.
Karena merupakan refleks, bersin dapat terjadi secara otomatis tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu.
Apa yang Terjadi Saat Bersin?
Sebelum bersin, seseorang biasanya menarik napas. Setelah itu, sejumlah otot di dada, perut, tenggorokan, dan wajah bekerja secara berurutan.
Udara kemudian didorong keluar dengan cepat melalui hidung dan mulut.
Gerakan tersebut membantu membawa partikel atau lendir yang mengganggu keluar dari saluran pernapasan.
Kenapa Debu Bisa Membuat Bersin?
Debu mengandung berbagai partikel kecil yang dapat mengiritasi bagian dalam hidung. Ketika tubuh mendeteksi partikel tersebut, sistem saraf dapat memicu refleks bersin.
Namun, tidak semua orang memiliki tingkat sensitivitas yang sama. Seseorang mungkin mudah bersin ketika berada di tempat berdebu, sementara orang lain tidak mengalami respons yang sama.
Kenapa Ada Orang yang Bersin Berkali-kali?
Satu kali bersin mungkin belum cukup untuk menghilangkan seluruh iritan dari saluran hidung. Akibatnya, tubuh dapat memicu refleks bersin lagi.
Selain itu, sensitivitas hidung setiap orang berbeda. Faktor lingkungan dan kondisi saluran pernapasan juga dapat memengaruhi seberapa sering seseorang bersin.
Itulah sebabnya ada orang yang hanya bersin sekali, sementara orang lain bisa bersin dua, tiga, atau bahkan lebih banyak kali berturut-turut.
Kenapa Kita Bisa Bersin karena Cahaya Terang?
Sebagian orang mengalami fenomena yang disebut photic sneeze reflex, yaitu kecenderungan bersin ketika tiba-tiba terkena cahaya terang, seperti sinar Matahari.
Fenomena ini bukan terjadi karena cahaya masuk ke hidung. Respons tersebut diduga berkaitan dengan hubungan antara jalur saraf yang merespons cahaya dan saraf yang berkaitan dengan refleks bersin.
Tidak semua orang memiliki respons ini, sehingga ada orang yang langsung bersin ketika keluar ke tempat terang, sementara orang lain tidak mengalaminya.
Kenapa Kita Sulit Menahan Bersin?
Bersin merupakan refleks otomatis sehingga tubuh tidak selalu mudah mengendalikannya. Meski seseorang dapat mencoba menahannya, bersin pada dasarnya merupakan mekanisme tubuh untuk merespons iritasi.
Karena itu, ketika ingin bersin, sebaiknya gunakan cara yang lebih aman dan higienis, seperti menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau bagian dalam siku.
Bersin Punya Fungsi bagi Tubuh
Meskipun terkadang mengganggu, bersin merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Refleks ini membantu saluran pernapasan merespons berbagai partikel asing yang masuk ke hidung.
Jadi, bersin bukan sekadar kebiasaan ketika sedang pilek. Tubuh dapat memicu bersin karena berbagai rangsangan, mulai dari debu dan iritan hingga cahaya terang pada orang tertentu.
Menariknya, proses yang hanya berlangsung beberapa detik tersebut melibatkan koordinasi antara hidung, saraf, otak, dan sejumlah otot tubuh.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!