Bahaya Menahan Bersin Bagi Kesehatan, Jangan Refleks Menutup Hidung Karena Bisa Bikin Gendang Telinga Rusak Dan Cedera Serius

Bahaya Menahan Bersin Bagi Kesehatan, Jangan Refleks Menutup Hidung Karena Bisa Bikin Gendang Telinga Rusak Dan Cedera Serius
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah nggak sih, lagi asyik nongkrong di tempat yang hening atau lagi di tengah acara formal, tiba-tiba hidung terasa gatal dan mau bersin? Pasti refleks pertama kita adalah menutup hidung rapat-rapat atau menahannya sekuat tenaga supaya nggak malu-maluin.

Tapi tahu nggak, kebiasaan menahan bersin ini ternyata punya risiko kesehatan yang horor banget dan sering disepelekan sama anak muda zaman sekarang. Di tahun 2026 ini, kesadaran akan kesehatan organ Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) makin meningkat karena banyak aktivitas kita yang berhubungan dengan saluran pernapasan.

Menahan bersin bukan cuma soal etika, tapi soal tekanan udara yang terjebak di dalam tubuh. Saat kamu menahan ledakan udara yang seharusnya keluar dengan kecepatan tinggi, tekanan tersebut bakal mencari jalan lain dan bisa menghantam area sensitif di dalam kepala kamu.

Bayangkan saja sebuah tabung gas yang lubang keluarnya ditutup paksa saat tekanannya lagi tinggi, pasti ada bagian yang bakal rusak karena nggak kuat menahan beban udara tersebut. Dampaknya pun nggak main-main, mulai dari telinga yang mendadak budeg sampai risiko pembuluh darah pecah yang bisa berakibat fatal kalau dibiarkan terus-menerus. Memahami cara kerja tubuh saat mengeluarkan kotoran lewat hidung ini penting banget biar kamu nggak asal gaya tapi malah mengorbankan fungsi pendengaran atau kesehatan sinus kamu sendiri, nih Gen.

Menurut dr. Monik Alamanda, Sp.THT-BKL, seorang spesialis yang paham banget soal urusan ini, menahan bersin bisa memicu lonjakan tekanan di saluran napas bagian atas. Tekanan ini bakal menyebar ke area-area vital di sekitar wajah dan kepala. Bersin sebenarnya adalah cara keren tubuh kita buat "bersih-bersih" otomatis. Saat hidung kamu kemasukan debu, asap rokok, virus, atau partikel asing lainnya, saraf di rongga hidung bakal langsung kirim sinyal darurat ke otak. Otak kemudian memerintahkan tubuh buat mengeluarkan udara dengan kuat supaya iritan tadi terdepak keluar. Jadi, bersin itu tanda kalau tubuh kamu lagi bekerja dengan baik buat menjaga saluran napas tetap bersih.

Risiko Tekanan Tinggi Dan Cara Bersin Yang Tetap Estetik

Masalah besar bakal muncul kalau kamu menutup mulut dan hidung rapat-rapat saat momen "ledakan" itu terjadi. Udara yang harusnya keluar malah berbalik arah dan menciptakan tekanan ekstrem di dalam. Tekanan ini bisa nyasar ke telinga tengah lewat saluran yang namanya tuba Eustachius, menyerang sinus di sekitar wajah, bahkan menekan pembuluh darah kecil di area kepala.

Akibatnya bisa macam-macam, mulai dari telinga terasa nyeri atau kayak tersumbat, gangguan pada gendang telinga, sampai sakit kepala yang datang tiba-tiba. Meskipun kasus cedera berat jarang terjadi, risikonya tetap ada dan bisa bikin kamu harus bolak-balik ke dokter THT. Daripada menahan bersin yang berujung petaka, ada cara yang lebih aman dan tetap sopan buat dilakukan:

  • Lepaskan saja bersinnya secara alami, jangan pernah menekan hidung terlalu kencang.

  • Gunakan siku bagian dalam buat menutup mulut kalau lagi nggak pegang tisu, biar droplet nggak terbang ke mana-mana.

  • Pakai tisu sekali pakai, terus langsung buang ke tempat sampah dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun.

  • Jangan menutup lubang hidung terlalu rapat, kasih ruang supaya udara tetap bisa keluar tanpa merusak organ dalam.

Kalau kamu terlanjur sering menahan bersin dan mulai merasa telinga berdenging, pendengaran berkurang, atau malah sering mimisan yang aneh, mendingan segera periksa ke dokter THT. Pemeriksaan sejak dini bisa mencegah kerusakan permanen pada struktur sinus atau gendang telinga kamu. Ingat, bersin itu alami dan memang harus dikeluarkan.

 

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE