IHSG Jatuh ke Titik Terendah Sejak 2020, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Dijual Asing

Saham perbankan mendominasi daftar penjualan asing di tengah koreksi tajam IHSG setelah pengumuman terbaru terkait MSCI.

IHSG Jatuh ke Titik Terendah Sejak 2020, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
IHSG merosot 10,76% ke level 5.233 pada Jumat (16/10), terendah sejak November 2020. Investor asing mencatat net sell Rp2,92 triliun, terutama pada saham perbankan. - (Dok. ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN).

JAKARTA , GENVOICE.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan sesi pertama Jumat (16/10). Indeks melemah 10,76% atau 630,78 poin ke level 5.233, sekaligus mencatat posisi terendah dalam enam tahun terakhir atau sejak November 2020.

Penurunan IHSG terjadi setelah pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan usulan terkait perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Tekanan jual yang muncul sejak awal perdagangan membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit.

Pada awal sesi, IHSG sempat terkoreksi 8,01% sebelum penurunannya semakin dalam. Situasi tersebut membuat pelaku pasar mencermati dampak usulan MSCI terhadap pergerakan saham domestik dan keputusan investasi dalam jangka pendek.

Aktivitas transaksi saham hingga sesi pertama mencapai Rp17,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 38,69 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,35 juta kali.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor bahan baku atau basic materials mengalami penurunan paling dalam sebesar 12,96%, disusul sektor energi yang melemah 12,21%.

Secara keseluruhan, sebanyak 809 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 15 saham yang berhasil menguat dan tiga saham lainnya bergerak stagnan.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pelemahan IHSG sejalan dengan target ideal pola teknikal Head and Shoulders di level 5.400. Pola tersebut disebut mulai terbentuk sejak pertengahan Juli 2026.

"Jika koreksi berlanjut dan close di bawah 5.300, menjadi konfirmasi strong bearish dengan target terdekat 5.000," jelas Alrich dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada sesi pertama Jumat (16/10).

Alrich juga mengingatkan investor untuk mengambil sikap wait and see di tengah tekanan pasar. Pergerakan IHSG dan kemampuan indeks bertahan di level teknikal penting menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Investor Asing Catat Net Sell Rp2,92 Triliun

Di tengah kejatuhan IHSG, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp2,92 triliun pada sesi pertama Jumat (16/10). Data Stockbit Sekuritas Digital menunjukkan aksi jual tersebut mendominasi transaksi asing berdasarkan nilai.

Namun, jika dihitung berdasarkan volume, investor asing justru membukukan pembelian bersih atau net buy sebanyak 4,15 miliar lembar saham. Perbedaan antara nilai dan volume transaksi ini menunjukkan bahwa aktivitas beli dan jual asing tidak selalu memberikan gambaran yang sama ketika diukur dengan dua indikator tersebut.

Pada kelompok saham yang paling banyak dibeli asing berdasarkan nilai, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menempati posisi teratas. Saham lainnya yang masuk dalam daftar lima besar adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Daftar 5 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar:

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp97,72 miliar

  2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp54,44 miliar

  3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp35,47 miliar

  4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp30,06 miliar

  5. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Rp27,99 miliar

Saham Perbankan Mendominasi Penjualan Asing

Di sisi penjualan, saham perbankan menjadi kelompok yang paling banyak dilepas investor asing berdasarkan nilai. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net foreign sell terbesar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Selain saham perbankan, investor asing juga melepas saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Berikut rincian lima saham dengan nilai penjualan bersih asing terbesar pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10).

Daftar 5 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp1.980 miliar

  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp630,97 miliar

  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp485,08 miliar

  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp113,97 miliar

  5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp55,08 miliar

Koreksi tajam IHSG, pemberlakuan trading halt, dan penjualan bersih asing menjadi rangkaian perkembangan penting pada perdagangan sesi pertama tersebut. Investor pun perlu mencermati perkembangan terkait usulan MSCI serta pergerakan indeks pada level teknikal yang disampaikan analis.

Meski demikian, data transaksi pada satu sesi perdagangan belum cukup untuk menyimpulkan arah pasar dalam jangka panjang. Pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada perkembangan sentimen pasar, respons investor, serta kondisi perdagangan saham secara keseluruhan.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE