Bayi Dibuang di Cakung Bikin Geger! Ternyata Masih Dirawat di RS dan Orang Tuanya Mau Ambil Lagi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, masih ingat dengan hebohnya penemuan bayi laki-laki yang dibuang di depan rumah warga di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur? Ternyata bayi malang itu masih berada di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit dan kondisinya sehat.
Kasus ini sempat viral karena bayi itu ditemukan dalam kondisi hidup lengkap dengan surat titipan yang menyebut nama pemilik rumah. Polisi pun langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan sepasang kekasih yang merupakan orang tua dari bayi tersebut. Keduanya adalah HAA (29) dan MR (20) yang mengaku nekat membuang anaknya karena takut hubungan gelap mereka terbongkar ke keluarga.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menyampaikan, "Kondisi bayi saat ini sehat walafiat dan bayi kami titipkan di Rumah Sakit Duren Sawit. Sampai saat ini bayi masih berada di rumah sakit tersebut." dikutip dari ANTARA.
Meski sudah ditangkap, keluarga dari pasangan pelaku disebut-sebut ingin mengambil kembali bayi itu. Tapi tentu saja hal tersebut nggak bisa sembarangan. Menurut Kombes Nicolas, semua proses harus mengikuti SOP ketat dari lembaga yang berwenang, termasuk penilaian apakah anak tersebut benar-benar aman bila dikembalikan ke keluarganya.
"Kami akan melakukan penilaian, pengecekan, dan evaluasi (assessment) terlebih dahulu kepada kelembagaan atau kementerian terkait," jelasnya.
Kalau hasil asesmen menunjukkan bayi tersebut bisa diasuh dengan aman, maka pihak kepolisian akan menyerahkannya kembali. Tapi tentu saja, keputusan ini nggak sembarangan dan butuh proses yang panjang.
Sementara itu, pelaku dijerat dengan Pasal 76 B Jo. Pasal 77 B UU Perlindungan Anak, juga Pasal 307 dan 305 KUHP. Ancaman hukumannya? Penjara hingga lima tahun karena menelantarkan dan membuang anak.
Kejadian ini pertama kali terungkap saat pemilik rumah, Pak Tohir, mendengar suara tangisan bayi yang dikira suara anak kucing. "Suratnya menyebut nama saya, intinya bilang titip sementara Pak H Tohir, minta agar bayi ini jangan dibawa ke panti asuhan. Katanya nanti akan diambil kembali," cerita Pak Tohir.
Ia pun langsung membawa bayi tersebut ke rumah ketua RT dan melaporkannya ke pihak berwajib. Kini, kasusnya masih terus berjalan, dan publik menunggu apakah bayi itu akan kembali ke orang tuanya atau justru dirawat oleh negara.
Gen, kisah ini jadi pengingat keras buat kita semua: anak bukan mainan. Apapun masalahnya, jangan pernah buang tanggung jawab.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!