Puasa Muharram 2026 Kapan Dilaksanakan? Simak Jadwal Lengkap dan Bacaan Niatnya
Puasa Muharram menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan setelah Ramadan. Simak jadwal lengkap pelaksanaannya pada Muharram 1448 Hijriah beserta bacaan niat dan keutamaannya.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah. Banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Keutamaan puasa di bulan Muharram bahkan disebut langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Latin:
Afdhalush shiyâmi ba'da Ramadhâna syahrullâhil Muharram, wa afdhalush shalâti ba'dal farîdhati shalâtul lail.
Artinya:
"Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim)
Keterangan serupa juga disebutkan dalam Sunan Ibnu Majah yang menegaskan bahwa puasa Muharram termasuk puasa sunnah yang paling utama setelah Ramadan.
Di antara berbagai amalan puasa pada bulan Muharram, yang paling dikenal adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini dianjurkan untuk didampingi dengan puasa Tasua yang dilaksanakan sehari sebelumnya, yakni pada 9 Muharram.
Selain Tasua dan Asyura, umat Islam juga dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh, puasa Senin-Kamis, maupun puasa Daud selama bulan Muharram.
Jadwal Puasa Muharram 2026
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Berikut jadwal puasa sunnah yang dapat dikerjakan selama Muharram 2026:
Puasa Tasua
- 9 Muharram 1448 H: Rabu, 24 Juni 2026
Puasa Asyura
- 10 Muharram 1448 H: Kamis, 25 Juni 2026
Puasa Ayyamul Bidh
- 13 Muharram 1448 H: Minggu, 28 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 H: Senin, 29 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 H: Selasa, 30 Juni 2026
Puasa Daud
Puasa Daud dapat dimulai sejak Selasa, 16 Juni 2026 dan dilaksanakan secara berselang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak.
Puasa Senin dan Kamis
- Kamis, 18 Juni 2026
- Senin, 22 Juni 2026
- Kamis, 25 Juni 2026 (bertepatan dengan Puasa Asyura)
- Senin, 29 Juni 2026 (bertepatan dengan Ayyamul Bidh)
- Kamis, 2 Juli 2026
- Senin, 6 Juli 2026
- Kamis, 9 Juli 2026
- Senin, 13 Juli 2026
Bacaan Niat Puasa Muharram
Niat Puasa Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tâsû'â'i lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat melaksanakan puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma 'Âsyûrâ'a sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat menjalankan puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyâmil bîdhi sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat menjalankan puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat menjalankan puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Daud
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma Dâwûda sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat menjalankan puasa sunnah Daud karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram
Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa tersebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa setahun yang telah berlalu.
Rasulullah SAW bersabda:
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Latin:
Wa 'an Abî Qatâdata radhiyallâhu 'anhu anna Rasûlallâhi shallallâhu 'alaihi wa sallama su'ila 'an shiyâmi yaumi 'Âsyûrâ'a faqâla yukaffirus sanatal mâdhiyah.
Artinya:
"Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang telah lalu'." (HR Muslim)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!