Beri Hasil Tak Memuaskan, Pelatih Tunisia Dipecat Setelah Kalah di Laga Perdana Piala Dunia 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Federasi sepak bola Tunisia mengambil keputusan tegas di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Pelatih Sabri Lamouchi resmi diberhentikan dari jabatannya hanya sehari setelah tim nasional Tunisia menelan kekalahan telak pada laga pembuka fase grup.
Keputusan tersebut diambil menyusul hasil buruk yang diraih Tunisia saat menghadapi Swedia di Grup F. Dalam pertandingan yang berlangsung di Monterrey, Meksiko, Tunisia harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor mencolok 1-5.
Kekalahan itu menjadi pukulan berat bagi Tunisia yang datang ke turnamen dengan harapan mampu bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. Namun performa yang ditunjukkan pada laga perdana justru memunculkan kritik dan tekanan terhadap Lamouchi.
Sebagai pengganti sementara, federasi menunjuk Mondher Kebaier untuk memimpin tim hingga ada keputusan lebih lanjut. Kebaier bukan sosok asing bagi sepak bola Tunisia karena pernah menangani tim nasional pada periode 2019 hingga 2022 sebelum kemudian menjabat sebagai direktur teknik.
Pelatih berusia 56 tahun tersebut memiliki pengalaman cukup panjang bersama Tunisia. Salah satu pencapaiannya adalah membawa tim mencapai final Piala Arab 2021 sebelum akhirnya kalah dari Aljazair. Ia juga sempat mengantarkan Tunisia melaju ke perempat final Piala Afrika 2022.
Sebelum pemecatan diumumkan, Lamouchi mengakui timnya tampil jauh dari harapan saat menghadapi Swedia. Menurutnya, sejumlah kesalahan yang dilakukan para pemain menjadi faktor utama yang membuat Tunisia kesulitan mengimbangi permainan lawan.
Ia menyebut kekalahan besar di pertandingan pertama menjadi situasi yang menyakitkan bagi tim. Lamouchi juga menegaskan bahwa Tunisia sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk bangkit pada laga berikutnya.
Tekanan terhadap mantan pemain tim nasional Prancis itu memang sudah muncul bahkan sebelum Piala Dunia dimulai. Tunisia sebelumnya kalah 0-5 dari Belgia dalam laga uji coba terakhir menjelang turnamen.
Selain hasil di lapangan, Lamouchi juga sempat menjadi sorotan media karena keberadaan putranya dalam pemusatan latihan tim nasional. Meski sang putra tidak terdaftar sebagai bagian resmi dari rombongan, isu tersebut turut memancing perdebatan di kalangan publik.
Karier kepelatihan Lamouchi sendiri cukup panjang. Setelah pensiun sebagai pemain yang pernah membela klub-klub besar Eropa seperti Auxerre, Monaco, Parma, Inter Milan, dan Marseille, ia memulai karier sebagai pelatih bersama Pantai Gading.
Lamouchi pernah membawa Pantai Gading tampil di Piala Dunia 2014. Ia kemudian melatih sejumlah klub dan tim, termasuk Rennes, Nottingham Forest, Cardiff City, hingga klub-klub di Qatar dan Arab Saudi.
Pria yang memiliki kewarganegaraan Prancis dan Tunisia itu baru ditunjuk sebagai pelatih Tunisia pada Januari lalu dengan kontrak berdurasi dua setengah tahun. Namun masa baktinya berakhir jauh lebih cepat setelah hasil mengecewakan di awal Piala Dunia 2026.
Tunisia kini harus segera bangkit karena masih memiliki dua pertandingan penting di Grup F. Mereka dijadwalkan menghadapi Jepang pada laga berikutnya sebelum menantang Belanda yang sebelumnya bermain imbang 2-2 pada pertandingan pembuka grup.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!